Tag

, , , , , , , , , , , , ,

Salah satu hal terpenting dalam perjalanan ke Malaysia tahun ini adalah ingin merasakan sholat Idul Adha di Masjid Negara Malaysia Kuala Lumpur, yang biasa dihadiri orang penting termasuk perdana menteri Tun Mahathir Muhammad.

Jam 7.30 pagi kami segera check out meninggalkan Regalia Suite. Check out nya mudah karena pakai keypad, tinggal turun lift ke Ground menuju stesen KTM Putra. Dari situ meluncur kereta ke stasiun Kuala Lumpur, selanjutnya tinggal menyeberang ke arah Masjid Negara Malaysia yang ada di seberangnya. Kereta KTM yang kami tumpangi kacanya retak, mengingatkan kereta KAI beberapa tahun lalu sebelum direformasi.

Jam 7.45 sudah banyak yang datang, namun masih longgar. Saya titip dulu koper dan ransel di penitipan di tourist information center di kiri masjid, hubungi saja petugasnya. Gratis. Sepatu bisa ditaruh di rak, agak khawatir juga kasus sepatu saya hilang di surau KL Sentral, saya bungkus plastik saja sebagai penanda.

Masjid di Malaysia dapat dibilang elegan bersahaja, tidak ada lautan manusia seperti di Istiqlal. Masjidnya sejuk dan udaranya segar. Bikin khusyuk mengikuti takbir hingga jam 8.30 dimana dimulai sholat Idul Adha, dilanjutkan khutbah, selesai jam 9.10. Kami baru tahu di TV 1 kalau ada perdana menteri Mahathir Muhammad di sana.

Usai sholat Idul Adha kami jalan ke stesen Kuala Lumpur, naik KTM ke KL Sentral jam 10.37. Lagi-lagi jam karet, di papan informasi berubah ke jam 11.00. Kami sudah tidak percaya lagi dengan informasi KTM, takut ketinggalan shuttle ke Colmar, kami order GRAB dan keluar dari stesen Kuala Lumpur. Ongkos ke Berjaya Times Square Hotel 13 Ringgit, atau 2x ongkos naik KTM + monorail. Gpp yang penting tidak ketinggalan shuttle 120 Ringgit yang sudah kami beli. Meski pesan GRAB yang datang taksi meter warna merah marun putih khas Kuala Lumpur. AC nya sejuk sekali. Sesampai hotel Berjaya kami tanya petugas hotel dimana shuttle ke Colmar Tropicale yang satu grup dengan hotel ini (grup Berjaya). Ramah dan sopan sekali mereka menjawabnya, berbanding terbalik 180 derajat dengan sekuriti Regalia Suites kemarin lusa.

Masih ada 45 menit waktu menuju jam 12 siang, waktu shuttle berangkat ke Colmar Tropicale. Kami cari brunch makan pagi sekaligus makan siang di mal Berjaya. Kami menemukan KFC. Pesan nasi+dada ayam+ salad+soda, 2 paket 25 Ringgit, dan paket nugget dan irisan daging ayam 15 Ringgit buat bekal ke Colmar. Cukup enak dan terasa fast food nya.

Jam 12 kurang 5 menit shuttle sampai dari Colmar, sopir minta istirahat karena tadi macet, sehingga telat 30 menit. Shuttle baru berangkat jam 12 lewat 5 menit searah dengan jalan ke Genting, namun terpisah lurus ke arah Bentong, sementara kalau ke Genting belok kiri. Karena macet, shuttle baru sampai jam 1.35 siang. Tidak masalah, karena baru bisa masuk hotel jam 3 sore. Sambil menunggu, kami nonton TV kabel di sofa hotel yang nyaman.

Jam 3 tepat saya ke resepsionis menanyakan kamar, ternyata sudah siap. Kami dapat kamar 1108 yang tampaknya diupgrade. Karena kamar yang saya beli kamar superior twin tanpa kulkas, ternyata ini king bed dengan kulkas. Ada bathub nya pula bukan shower. Lebih bagus daripada yang saya perkirakan. Sepertinya ini bonus kesabaran kami menghadapi sekuriti Regalia. Lega sekali rasanya. Pemandangannya di samping ada taman dinosaurus, kolam angsa dan koi, tempat panahan, soft gun dan di seberang kamar ada hutan tropis dengan monyet kecil yang tampak jinak. Duh menyenangkan sekali.

Setelah sholat Dhuhur + Ashar di kamar, kami lanjutkan dengan foto-foto Colmar Tropicale yang keren itu. Sempat pula mampir di minimarket 7-11 beli es krim egg salt 2.5 Ringgit yang kalau beli 2 cuma 3.6 Ringgit. Enak juga ternyata. Lalu beli 7 macam roti Gardenia 9,5 Ringgit yang enak-enak. Hanya air minum yang cukup mahal, 2.8 Ringgit (Rp 9 ribu) botol 1,5 liter.

Ketika hari mulai gelap kami balik ke kamar, saya nonton aneka channel TV kabel, menulis, sementara istri sudah tidur. Jam 9 malam kedengaran anak-anak yang datang bersama orang tuanya, mungkin mereka baru datang atau baru menikmati suasana malam di sana. Tak terasa sudah jam 11 malam. Waktu terasa cepat di Malaysia, karena maghrib jam 7.30 malam dan isya sudah jam 8.30 malam.

Iklan