Tag

, , , , , , , , , , , , ,

Hari kedua ini kami menikmati sarapan di hotel eRYA by Suria Hospitality. Sarapannya sederhana namun enak. Ada nasi goreng, bihun goreng belacan, kentang goreng, sosis tumis, jus jeruk, roti dengan pilihan olesan selai coklat, kacang dan sarikaya. Kopi teh juga ada. Pancake juga bisa dipesan langsung.

Usai sarapan kami jalan ke Hiap Jo bakery yang terkenal dengan 🍌cake nya. Antri, tapi asyik. Sesuai dengan harga dan rasanya. Dari sini lanjut ke Museum Cina Johor. Ternyata museum ini masih renovasi. Menurut beberapa sumber museum ini kecil, tapi isinya bagus sekali. Tiket masuk nya 6 Ringgit. Berisi barang kuno peninggalan warga Tionghoa di Johor dan cerita sejarah. Lalu jalan ke masjid India, Salahuddin bakery toko roti yang buka sejak 1937. Dari situ kami jalan 600 meter ke RF mall, mampir ke Jaya Groceries belanja buah dan snack. Lalu balik ke hotel untuk check out tepat pukul 12.00.

Bus kami ke Kuala Lumpur berangkat pukul 15.00. Meski waktu tunggu kami masih 3 jam, ternyata karena kendala di angkutan dari JB CIQ (hampir ditangkap petugas imigrasi Singapura-Malaysia karena salah jalan, TIDAK ADA BUS DARI JB CIQ KE LARKIN KECUALI TERUSAN DARI SINGAPURA), baru pukul 12.30 kami baru bisa meluncur ke terminal Larkin. Dari JB Sentral naik bus SBS bertarif 1.9 Ringgit.

Pukul 12.45 saya menuju ke masjid terminal Larkin, sementara istri menunggu di luar. Sholat Jumat sekalian jamak Ashar selesai pukul 14.00. Lalu menukarkan bukti pembelian tiket bus Easybook ke tiket fisik. Setelah itu langsung ke ruang tunggu bus Meridian Holiday.

Pukul 15.00 bus berangkat. Bus bagus, sesuai dengan ekspektasi saya. Dengan ruang kaki yang lega. Perjalanan tersendat, bersamaan dengan arus liburan Idul Adha, sehingga terlambat 3 jam dari seharusnya.

Untung waktu di rest area Ayer Keroh Malaka saya sempat beli nasi ayam/chicken rice dengan kuah kaldu, kalau tidak, perut kami bakal perih. Karena esoknya puasa Arafah, 9 Dzulhijjah. Apel yang kami beli di Jaya Grocery juga kami nikmati.

Pukul 21.00 sampai di Terminal Bersepadu Selatan (TBS). Dari sini lanjut naik KTM Komuter ke stesen Putra dimana Regalia Suite tempat kami menginap 2 malam ada di dekatnya. Untuk naik KTM harus pakai kartu 10 Ringgit isi 7 Ringgit (3 Ringgit untuk kartu).

Sayangnya kami tersasar kelewat sampai stesen Batu Kentonmen karena tidak ada pengumuman sejak dari KL Sentral. Kereta terakhir pula. Untung ada Grab yang mau jemput setelah 2x di cancel oleh driver, untuk mengantar kami ke Regalia Suite. Sopirnya anak Melayu Pahang. Dia belum pernah ke luar negara, dan terkejut ketika diberitahu paspor Malaysia termasuk terkuat di dunia, misal bisa ke Eropa tanpa visa. Dia juga bilang stesen tempat kami turun adalah daerah rawan, ada penjara tentara yang membelot/indisipliner, jarang sopir Grab yang berani ke situ. Bersama kami ada anak perempuan keturunan Tamil namanya Malinda yang tersasar salah naik kereta, kereta berikutnya baru ada lagi jam 5 pagi. Haduh.

Sampai Regalia, kami carikan anak ini Grab ke hostel nya (dia baru dapat kerja di KL). Anaknya lugu dan kelihatan baik-baik, kasihan kalau diculik.

Check in dilayani oleh security Nepal. Gayanya seperti preman, sok pintar dan sinis. Bahkan ketika dimintai tolong akses lift karena ketinggalan di kamar, dia mengancam tidak mau. Apa-apaan ini. Kalau di hotel tak mungkin ada kejadian seperti ini.

Kami tak sempat ke minimarket yang ada di bawah karena sudah pukul 00.30 tengah malam, sambil minum teh Ahmad Tea hangat, kami mengevaluasi 4 kejadian buruk yang menimpa kami hari ini. Hahaha. Life Is Beautiful. Alhamdulillah Allah SWT melindungi kami.

Iklan