Tag

, , , , , , , ,

Pengalaman jalan-jalan di Johor Bahru kemarin menjadi pengalaman baru bagi kami. Mengingat sebelumnya baru dua kali menginap di wilayah Johor, yaitu di rumah kerabat di Kulai (2010) dan di hotel Tune Danga Bay waktu mau jalan ke Legoland (2013). Ya seperti menginap di Bantul dan Sleman, tapi belum menginap di kota Yogyakarta nya.

Tadinya mau menginap di ABC Hostel daerah Bugis Singapura, namun karena pertimbangan lain, kami memutuskan membatalkan pemesanan hostel ini di Agoda, dan pesan baru di hotel eRYA by Suria yang dikelola Suria Hospitality (sekolah perhotelan ternama di 🇲🇾). Bekas 🏨 Merlin Inn yang dulu tahun 1980-an termasuk deretan hotel paling megah di Johor Bahru. Karena sudah tua, sekarang menjadi hotel budget buat latihan mahasiswa perhotelan. 😂😂 Lokasinya sangat strategis, yaitu persis di kanan JB Sentral setelah imigrasi 🇲🇾 yang dapat dicapai dengan skywalk /JPO (jembatan penyeberangan orang). Di depannya ada rumah makan Attaqwa dan minimarket.

Hari pertama, setiba di imigresen Malaysia, kami jalan ke JB Sentral pukul 15.45 waktu Malaysia, lalu kami belok kiri ke mal JB City Square yang terhubung dengan jembatan. Dari sini menuju ke lantai 3 lot MF-17 A dimana restoran Teochew famous chendol berada. Menggunakan voucher FAVE seharga RM 11 dimana bisa memilih salah satu dari empat makanan, plus minuman chendol. Makanan minumannya enak dan mengenyangkan. No pork no lard no alcohol. Setelah makan kami ke hotel eRYA by Suria. Karena hotelnya nyaman dan sedang lelah, kami dari pukul 17.00 hingga 9.30 esok harinya tidak keluar dari hotel.

teochew famous chendul and food

Hari kedua, setelah sarapan kami menuju pecinan Johor Bahru, jalan Tan Hok Nee. Bercirikan lampion merah yang meriah. Ada toko roti pisang Hiap Joo berdiri tahun 1919 yang terkenal. Klaimnya sih aman bagi Muslim, no pork no lard. Saya beli paket besar isi 10, seharga 10 Ringgit. Ternyata enak. Sebenarnya cake pisang di Hypermart/Carefour juga tidak kalah, mirip. Bedanya ini tidak meninggalkan rasa apapun setelah dimakan, mungkin karena tanpa bahan kimia. Dari situ jalan lagi ke museum Tionghoa melalui kafe Chaiwalla yang terkenal, ternyata museum masih renovasi, lanjut ke masjid India, terus ke jalan Doby ke toko Salahuddin Bakery yang terkenal karipapnya sejak 1936. Ternyata tutup tiap hari Jumat.

Menyeberang melalui jembatan, penyeberangan, lalu naik tangga penyeberangan ke RF mall, dimana ada Jaya groceries. Disini kami belanja buah, yoghurt dan snack. Tepat pukul 11.30 kami balik hotel untuk check out. Usai sudah jalan-jalan di pusat kota Johor Bahru untuk melanjutkan perjalanan ke Kuala Lumpur.JB Maps

Iklan