Tag

, , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Kami berangkat pukul 5.00 WIB dari rumah di Yogyakarta untuk mengejar penerbangan Air Asia pukul 7.25 WIB dengan naik Grab car. Perjalanan lancar karena masih pagi. Di bandara Adisucipto (JOG) check in lancar, karena sudah saya lakukan sejak 2 minggu sebelumnya via online. Untuk ke ruang tunggu internasional baru dibuka 1 jam sebelum keberangkatan bersamaan dengan siapnya petugas imigrasi.

Pesawat berangkat tepat waktu. Tak lama setelah take off dan stabil di udara kami bisa lihat puncak gunung Merapi dari dekat, dan dapatkan makanan pesanan kami yaitu ayam panggang lada hitam dan ayam asam manis. Minumnya kami pilih kopi untuk menyegarkan diri. Ayam asam manisnya enak sekali, dimasak ala Korea. Lebih enak dari ayam Lotteria. Bacaannya juga bervariasi, ada majalah bahasa Inggris, bahasa Indonesia dll. Kami juga beli paket fresh care 50 ribu, isi 3 berhadiah gantungan kunci lucu tempat menaruh botol fresh care. Sepadan, karena kalau beli di Alfamart 15 ribu/botol.

Sampai di terminal 4 Changi pukul 10.25 waktu Singapura. Lebih cepat 20 menit dari jadwal. Ini kesempatan pertama kali kami mendarat di terminal 4, jadi kami rencana maksimalkan pengalaman baru ini. Ternyata biasa saja, cenderung sederhana. kami cuma lihat pesawat Air Asia dan Scoot. Low cost carrier. Setelah mendarat ada pemeriksaan bawaan, petugas nya peramah. Lalu imigrasi. Imigrasi di sini lancar, lalu transfer ke terminal 2 menggunakan bus gratis. Dari terminal 2 kami jalan ke Jewel Changi yang baru 3 bulan diresmikan.

Jewel Changi ini merupakan mall di bandara, yang dilengkapi dengan air terjun indoor buatan tertinggi di dunia dan sejumlah wahana bermain yang berbayar. Cukup menarik bagi saya, khususnya bagian air terjunnya. Selebihnya adalah tempat makan dan pertokoan layaknya mal. Dari Jewel kami balik ke terminal 2 dimana ada stasiun MRT. Namun sebelum naik saya tukarkan Rp 200 ribu menjadi 19.2 SGD untuk transportasi ke Johor Baru.

Di stasiun MRT Changi, saya tukarkan kartu Ezlink lama saya yang sudah kadaluarsa. Penukaran dikenakan biaya SGD 3 dari saldo kartu. Ternyata saldo kurang dari itu, diminta beli baru seharga SGD 12. Berhubung hanya transit, saya tidak gunakan kartu ini, saya gunakan kartu single trip, meski tarifnya lebih mahal, tapi tidak perlu deposit SGD 3 di kartu.

Kereta MRT yang saya naiki dari Changi ke Kranji berganti/transit 2x, yaitu di Tanah Merah dan Jurong East. Biayanya SGD 2.6/orang + deposit 10 sen. Dari MRT Kranji lanjut ke Johor Baru naik bus kuning Causeway link 1 (CW01) bertarif SGD 1. Jadi untuk melintas Singapura ke Johor Baru (Malaysia) biayanya SGD 3.7 (Rp 38 ribu). Nanti di imigrasi Singapura dan Malaysia naik bis ini lagi.

Imigrasi lancar, setiba di JB Sentral, saya tukarkan lagi Rupiah dan sisa SGD ke Ringgit di Max money changer. Kurs nya bagus, 1000 Rupiah = 0,2615 Ringgit. Dari JB Sentral kami belok kiri ke mal JB City Square untuk makan siang di Teochew Famous Chendol yang menyatakan/declare produknya tidak mengandung babi dan alkohol. Enak sekali rasanya. Saya pilih chendol biasa, sedangkan istri pilih no ice. Makanannya saya pilih Penang Prawn Mee, istri pilih Kway Tiaw.

Usai makan kami balik ke mall JB City Square, melintasi stesen JB Sentral, menuju hotel eRYA by Suria melalui jembatan penyeberangan/Skywalk menuju RF mall. Aman dan nyaman. Pukul 17.00 waktu Malaysia kami baru bisa check in. Hotel ini cukup OK. Meski tua, tapi terawat. Kami dapat kamar di lantai 7 sesuai permintaan kami sebelumnya. Kami istirahat di sini.

Karena kecapekan hampir 3 jam urusan imigrasi tadi dan hampir jalan terus 10 jam, namun kekenyangan makan di JB City Square serta nyamannya bilik hotel, kami tak keluar hotel lagi sampai esoknya. Sambil nonton TV Fox yang sedang putar film Life of Phi dan Fast and Furious. Channel lainnya berbahasa Melayu, Inggris, Cina, dan Tamil. Rencana ke Salahuddin Bakery dan pasar malam bazaar karat batal sudah.

Iklan