Salah satu komponen penting yang jarang diperhatikan dan dirawat adalah ban. Agar perjalanan mudik aman, Ada beberapa hal yang dapat dilakukan pada ban.

  1. Cek fisik ban

Lihat tread wear indicator (TWI) Yang menjadi acuan ketebalan dan keausan ban. Tanda TWI berupa garis tebal yang terletak persis di kedua sisi bunga ban. Tanda tersebut mengindikasikan kondisi penggunaan ban. Bila keausan ban mendekati bunga ban, sebaiknya segera ganti ban mobil.

Perhatikan tanggal pembuatan ban. Idealnya 3 tahun dari produksi. Terlihat di sisi ban. Misal 1219 (dibuat di minggu ke 12 tahun 2019), maka idealnya ban dipakai sampai 1222 (minggu ke 12 tahun 2022).

Selain itu perhatikan kondisi fisik ban. Bila ada cacat akibat menghantam lubang, ban bunting, sebaiknya diganti. Lakukan rotasi, tapak ban Yang lebih tebal di depan, karena beban pengereman, mengendalikan kendaraan, dan membelah air saat hujan.

2. Tekanan angin ideal

Sebaiknya disesuaikan dengan rekomendasi pabrik yang tertera dekat pilar B pintu depan dekat pengemudi. Tekanan angin terlalu tinggi membuat fungsi ban sebagai peredam guncangan berkurang, tapak tengah ban lebih cepat aus, keselamatan jadi taruhan karena traksi ban tidak maksimal. Tekanan angin terlalu rendah menyebabkan potensi panas ban, kerja dinding ban semakin fleksibel dan mudah koyak. Kawat pada side wall putus, sehingga bisa beresiko ban pecah.

3. Load index dan kecepatan maksimum ban

Kode internasional ini menempel pada dinding ban. Misalnya 90H. Angka 90 artinya kapasitas beban maksimum ban 600 kg. Sedangkan huruf H menunjukkan kecepatan maksimum 210 km/ jam

Load index /Maxload (kg): 65/290, 70/335, 75/387, 80/450, 85/515, 90/600, 95/690, 100/800

Kode kecepatan/Kecepatan maksimum (km/jam): P/150, Q/160, R/170, S/180, T/190, H/210, V/240, W/270, Y/>300

4. Nitrogen VS Angin

Nitrogen punya partikel lebih besar dari angin(oksigen), sehingga tidak mudah menyusup keluar ban, sehingga menjaga tekanan ban. Tidak korosif, tahan panas. Mudah ditemui hampir di seluruh SPBU Pertamina.

5. Cek ban cadangan

Sebaiknya diisi hingga 40 psi, mengantisipasi kekurangan tekanan. Pastikan tidak ada keretakan pada ban yang menandai perlunya ban cadangan diganti.

6. Pilih jalan

Hati-hati dengan lubang di jalan. Jika benturan keras bisa membuat ban sobek. Batu, pecahan kaca, atau benda keras kerap terselip di sela kembangan ban, bisa menjadi petaka karena ketika Mobil berjalan seperti dipalu berulang-ulang.

Permukaan jalan dari beton juga mempersingkat ketebalan ban, karena kaku dan kasar untuk karet ban. Jangan berkendara secara agresif dalam kondisi jalan beton tersebut, agar ban lebih awet.

Disarikan dari Otomotif edisi Liburan 2019.

Iklan