Tag

, ,

logo pemilu 2019Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 telah berlangsung seminggu yang lalu, Rabu 17 April 2019. Berlangsung aman. Sampai saat ini belum selesai penghitungan manual oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), maupun adanya Pemungutan Suara Ulang (PSU) karena kesalahan prosedur, misal pendatang tidak punya kartu A5 mencoblos di TPS tempat perantauannya hanya bermodal EKTP. Pemilu saat ini dikerjakan dalam satu waktu, baik pemilihan presiden/wakil, DPD, DPR RI, DPR Provinsi, maupun DPR Kota. Banyak, pagi ini saja dari berita detik.com, sudah 119 petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal karena kelelahan/sakit.

Meski 4 tahun terakhir ini saya sudah tinggal di kota Bandung Jawa Barat, namun pada Pemilu minggu lalu saya mencoblos di Banjarbaru Kalimantan Selatan, karena EKTP saya belum pindah, mengingat pendaftaran haji 2011 lalu saya beralamat di sana. Sayang harus mengulang dari awal lagi kalau pindah pendaftaran haji gara-gara ganti EKTP. Lebih baik lanjut sampai keberangkatan 3 tahun lagi. Insya Allah. Toh juga masih ada rumah di Banjarbaru.

Karena tidak punya surat undangan mencoblos (tidak ada di sana waktu pendataan tahun lalu) saya mencoba menghubungi KPPS setempat, mengingat ada ketentuan yang menyatakan  bahwa warga yang belum mendapat undangan mencoblos, bisa mencoblos di Tempat Pemungutan Suara (TPS) sesuai domisili EKTP. Dari komunikasi dengan KPPS, mendapat informasi bahwa kami diminta datang sebelum pukul 7.00 dengan membawa EKTP dan kartu keluarga (KK) asli yang menunjukkan domisili sesuai TPS. Semakin pagi semakin bagus, karena hanya 2% kartu suara cadangan, siapa cepat dia yang akan dapat. Kebetulan pemilih ada 200, berarti kartu suara cadangan hanya 4. Waduh.

Ketika tiba di TPS pukul 6.45, baru ada petugas KPPS, petugas keamanan dan 2 orang warga. Langsung saya temui KPPS yang sudah siap di mejanya, dan menyerahkan EKTP & KK asli. Beliau mengisi di formulir pemilih cadangan. Alhamdulillah masih bisa ikut Pemilu. Kami menunggu sampai pukul 12 dimana pemilih cadangan baru bisa memilih. Sambil menunggu, saya pesan sarapan nasi kuning via Go Food, sesudah itu kami ngobrol dengan mantan tetangga yang masih ingat kami. Banyak yang dulu masih anak/remaja, sekarang sudah punya hak suara. Banyak juga warga baru, yang belum tinggal di sini 4 tahun lalu, kebanyakan pegawai yang pindah tugas ke Banjarbaru dan ikut Pemilu dengan formulir A5 yang hanya bisa memilih Presiden/Wakil Presiden. Untuk dapat formulir A5 harus mendapat surat keterangan dari kantor kalau pindah tugas.

Alhamdulillah Pemilu 2019 ini berlangsung aman dan lancar. Siapapun pemenangnya, semoga membawa kebaikan untuk bangsa dan negara Indonesia. Amin.

Iklan