Setelah selesai urusan di Banjarbaru, saya kembali ke Jakarta menggunakan pesawat Garuda Indonesia GA539 yang dijadwalkan berangkat pukul 20.00 WITA dari bandara Syamsudin Noor (BDJ) dan akan tiba di bandara Soekarno Hatta (CGK) pukul 20.45 WIB.

Kami ke bandara naik Grab Car pukul 12.30 WITA dengan sopir yang ramah dan kocak, pernah kuliah bahasa Inggris dan D3 pariwisata, yang cerita pernah bawa tamu Sail Banjarmasin (lanjutan Sail Bunaken) tahun lalu, yang mengeluh selain makanan apa yang bisa dilihat lagi di Kalsel. Memang saat ini masih terbatas pasar terapung Lok Baintan/Kuin, pasar dan pendulangan intan Martapura, Loksado, soto Banjar Bang Amat (lengkap dengan pertunjukan musik madihin). Pas di kawasan bandara juga mengkritik deretan lapak oleh-oleh sepanjang jalan yang memberi kesan kumuh, sambil membandingkan kemegahan jalur ke bandara di negara maju. Saya rasa sudah banyak orang Indonesia yang pernah ke negara maju, tinggal apakah mampu mengubah kondisi yang ada saat ini menjadi lebih baik. Oh ya, karena masuk bandara,  ada tambahan ongkos parkir 5000 Rupiah.

Bandara Syamsudin Noor terasa sangat sepi, berbeda dengan tahun lalu, ketika harga tiket pesawat masih murah. Naik pesawat domestik kembali eksklusif, karena itu rakyat kebanyakan kembali naik kapal laut. Bayangkan saja Jakarta Banjarmasin yg cuma 1 jam 45 menit paling murah 1,1 juta (Lion/Citilink), sementara Jakarta Singapura/Kuala Lumpur dengan jarak dan waktu tempuh yang mirip cuma 300 ribu (Air Asia/Scoot/Jetstar). Aneh juga ya, ke luar negeri jauh lebih murah daripada dalam negeri, mungkin karena pemerintah Indonesia tidak punya kuasa mengatur tarif maskapai asing/luar negeri.

Sambil berpikir mungkin akan membosankan/kedinginan menunggu 7 jam di bandara yang sepi penumpang ini, akhirnya kami putuskan masuk ke lounge Concordia Premier meski harus membayar 135 ribu Rupiah/orang. Memang bandara ini benar-benar sepi. Jika dulu di bandara ini, tiap 30 menit ada pengumuman masuk ruang tunggu &boarding, sekarang rasanya 2 jam baru kedengaran.

Pukul 19.45 ada panggilan boarding, karena membayar Concordia Premier, dapat fasilitas pengantaran ke pesawat naik mobil, tidak naik bus seperti penumpang lainnya. Rasanya ? nyaman aja. Malam kemarin saya pilih kursi 45 A via check in online, nomor 2 paling belakang dekat jendela kiri, mau lihat kelap kelip Jakarta saat malam. Kode registrasi pesawatnya PK-GFF. Jenis pesawatnya Boeing 737-800. Berbeda dengan saat berangkat yang sepi, saat balik ke Jakarta ini pesawat hampir penuh, mungkin load factornya 95%, depan belakang kanan saya penuh terisi.

 

 

Diawali dengan permintaan maaf karena delay 15 menit, lalu peragaan keselamatan. Pukul 20.15 WITA pesawat meninggalkan landasan menuju Jakarta. Pilihan acara IFE (In Flight Entertainment) masih sama, saya pilih acak saja, ketika mulai bosan, ganti yang lain. Karena sudah letih keluar penginapan dari jam 7 pagi, dan kekenyangan makan minum di Concordia Premier lounge tadi. Menu makan malam ini sama dengan sarapan waktu dari Jakarta kemarin, yaitu nasi goreng. Bedanya berasnya pulen, nasinya lengket/dicetak, lauknya ikan bukan ayam, desertnya pudding bukan buah potong. Lumayan enak, habis juga meski perut masih kenyang. Minumnya saya pilih jus jambu dan air putih. Perjalanan lancar, sedikit turbulensi di atas teluk Jakarta mendekati CGK. Kelap kelip lampu pelabuhan dan gedung-gedung pencakar langit Jakarta terlihat cukup jelas.

 

 

Pukul 21.00 WIB pesawat tiba di bandara Soekarno Hatta (CGK). Parkir di remote area, sehingga dijemput dengan bus untuk mencapai terminal 3 bandara Soekarno Hatta. Pintu kedatangan Terminal 3 keren, lebih bagus daripada pintu kedatangan terminal 2 Changi. Dengan hiasan dan lukisan yang menarik, terasa modern terminal ini. Banyak jalur, ada ke ruang transit, ada yang ke mall, ada ke tempat pengambilan bagasi. Petunjuknya jelas sekali. Mau mampir ngopi-ngopi dulu di terminal 3, apa daya sudah ngantuk dan lelah, buru-buru naik skytrain/kalayang menuju terminal 2 dimana terminal bus Primajasa berada. Buru-buru pulang ke Bandung, selain ngantuk dan lelah, takut tidak kebagian kursi Primajasa mengingat besok adalah long weekend (libur 3 hari). Dan betul, bus Primajasa yang kami tumpangi penuh.

 

 

Naik Garuda Indonesia GA539 tadi malam memuaskan. Senang melihat maskapai kebanggaan bangsa Indonesia ini penuh penumpang. Semoga mampu menambah pundi-pundi Garuda, sehingga menjadi perusahaan yang untung. Lagu penutup tadi malam bukan “Satu nusa satu bangsa….kita bela bersama” lagi, tapi lagu “Rasa sayange….kalau ada umur panjang boleh kita berjumpa lagi” dengan aransemen yang keren.

Iklan