Tag

, , , , , , ,

Setelah pemanasan menggunakan jalan tol Madiun-Kartasura sejauh 100 km, kemarin kami coba lagi rute yang lebih menantang, yaitu jalan tol Kartasura-Bandung(Buah Batu) sejauh 500 km. Dan Yogyakarta-Kartasura sejauh 77 km ringroad. Rute ini lebih jauh 177 km daripada jalur selatan yang biasa kami lalui (400 km).

yogyakarta bandung via tol

perkiraan googlemap jika perjalanan jam 4 pagi

 

Perjalanan kami mulai jam 9 pagi dari rumah di kota Yogyakarta ke arah pintu tol Kartasura sejauh 77 km ringroad Yogya-Solo melalui kota Klaten. Jalanan ramai, antara mobil, motor dan penyeberang jalan, banyak lampu merah di perempatan, mungkin ada 10x berhenti di lampu merah ring road Yogya-Solo melalui kota Klaten. Jam 10.30 kami sudah memasuki pintu tol Kartasura (Colomadu).

Kartasura ke Semarang melewati exit tol Boyolali, Salatiga, Ungaran, Bandungan (daerah penghasil sayuran dekat Semarang). Pemandangan menarik, banyak sawah, hutan, perkebunan, pabrik. Sempat kebablasan masuk kota Semarang, seharusnya belok kiri ke arah tol. Di Semarang sempat isi pertalite, dan beli snack di Indomaret SPBU Krapyak. Lalu balik kanan memutar ke arah pintu masuk tol.

Pemandangan jalan tol dari Semarang ke arah barat ini berganti dari pemukiman padat yang kena gusur jalan tol, hutan karet, sawah. Berbeda dengan Kartasura Semarang yang berbukit dan relatif sejuk, rute ke barat ini datar, sejajar pantai utara, udaranya juga panas lembab bikin saya terkantuk-kantuk, dan sayangnya tidak ada rest area, sehingga kami memutuskan keluar di exit tol Pemalang.

Pemalang adalah kota kecil yang tenang, tata kotanya mirip dengan kota lain di Jawa. Namun bahasanya agak beda, sempat bingung bicara dengan kasir Indomaret berlogat sana. Karena sudah pukul 12.30 sekalian jamak sholat Zuhur dan Ashar di masjid sebelah Indomaret/depan Polsek Taman. Lalu balik lagi masuk tol.

Dari Pemalang jalan terus sampai rest area Subang, melalui Tegal, Brebes, Kuningan, Cirebon, Palimanan, Kanci, Kertajati (Bandara Internasional Jawa Barat-BIJB). Pemandangannya sawah padi dan bawang merah. Kalau keluar dari exit tol Brebes bisa sambung ke arah Wangon lanjut ke Ciamis, Tasik, Garut, seperti yang biasa kami lalui, namun karena ingin pengalaman baru, kami tetap di jalan tol ini.

Setelah istirahat dan makan Pop Mie panas di rest area Subang, pukul 16.30 kami lanjut ke arah Bandung di exit Cikampek. Hujan sangat lebat di sepanjang jalan tol daerah Purwakarta, mulai reda saat memasuki kabupaten Bandung Barat. Saat memasuki KM 124 (tol Pasteur) banyak masuk mobil orang pulang kerja. Pukul 18.00 kami masuk KM 136 (pintu tol Buah Batu). Kemacetan seperti biasa terjadi di dalam kota Bandung, sehingga pukul 18.30 baru sampai rumah, dan masih sempat sholat Maghrib.

Tunai sudah keinginan bepergian melalui tol trans Jawa. Meski baru Madiun-Kartasura-Semarang-Bandung, cukup lumayan karena itu sudah mencapai 600 km dari 760 km jalan tol Trans Jawa. Yang belum Merak-Jakarta dan Madiun-Malang.

Yogyakarta-Bandung melalui jalan tol ini mempunyai kelebihan dan kekurangan. Kelebihannya antara lain :

  • lebih singkat, jika lewat jalan biasa perlu waktu hampir 12 jam (termasuk istirahat) maka lewat jalan tol ini bisa ditempuh dalam 9 jam. hemat waktu 25%
  • nyaman, jalan mulus dan relatif lurus sehingga bisa memacu kendaraan di kisaran minimal 60 km/jam-120 km/jam, bahkan banyak pengguna jalan tol lain yang memacu lebih dari itu.
  • pemandangan seperti di luar negeri yang lebih maju, dimana sawah dan hutan menghampar. Jalanan sepi/lengang, seperti jalan milik sendiri, terutama di daerah Jawa Tengah. Begitu masuk Jawa Barat banyak bertemu dengan kendaraan lain, terutama yang ke/dari arah Bandung.

Namun ada kompensasi yang harus dibayar (kekurangannya) :

  • lebih jauh, jika lewat jalur selatan 400 km, lewat tol ini menjadi 577 km. lebih jauh 45%
  • lebih mahal, jika biasa perlu isi pertalite Rp 200 ribu, ini menjadi 300 ribu, plus bayar tol Rp 290.500 (Kartasura-Semarang Rp 38.000, Semarang-Palimanan Rp 104.000, Palimanan-Bandung 148.500). total Rp 590.500, lebih mahal Rp 390.500, hampir 3x lipat (lebih mahal 200%).

Adanya jalan tol ini memberikan kenyamanan yang dapat dinikmati sebagian kecil masyarakat Indonesia, dikompensasi dengan biaya yang cukup tinggi. Saya rasa masih worth it (sepadan) karena kalau naik kereta api cuma dapat 2 tiket bisnis KA Mutiara Selatan Yogyakarta Bandung untuk 2 orang dengan waktu tempuh yang hampir sama. Lebih menguntungkan lagi kalau bawa lebih banyak penumpang dan barang sesuai kapasitas kendaraan.

Iklan