Tag

, , , ,

Dalam perjalanan pulang naik kereta api Malabar dari Tulungagung ke Bandung kemarin, pas sampai Kediri secara tak sengaja melihat sesuatu yang menarik yang baru diambil dari restorasi ke chart oleh pramugari/a kereta api. (Kebetulan saya di gerbong bisnis 2 dekat restorasi).Bentuknya bulat seperti mangkok, karena penasaran saya tanya ke mbak pramugari “mbak itu apa ?”. mbaknya menjawab “oh itu mie rebus spesial pakai telor, produk baru kami yang paling laku. mau pak ?” sebuah closing statement yang mau gak mau memberi kesan siapa cepat akan dapat.

Karena penasaran saya iyakan. Tak lama tersaji mie rebus, dengan topping telur goreng, dengan sayuran kering dan acar cabe rawit, lengkap dengan sendok garpu serta tisu. Harganya cukup murah, hanya 15 ribu Rupiah, setengah harga nasi goreng kereta api. Mau tahu rasanya ? Enak, spesial. Terasa minyak bawang gorengnya. Yang jelas lebih enak dan terasa bumbu asli/alami dibanding Pop Mie seduh.

 

Di chart makanan tersebut tersembul mesin EDC seperti yang dibawa kondektur di kereta cepat di Jepang. Sempat mau bayar pakai kartu debit/kredit, ternyata kata mbak pramugarinya belum bisa karena sinyal seluler tidak selalu stabil di sepanjang perjalanan. Semoga saja kedepannya sinyal stabil. Tapi lumayan bisa difungsikan sebagai mesin pencetak struk belanja. Dan di struk ternyata tercetak tulisan Indomie rebus. Hahaha, mungkin produk Indomie.

chart food beverage + EDC kereta api

Senang dan puas rasanya menikmati menu baru mie rebus “Mee On Train” ini. Menu simple yang enak selain bakso Popso yang sudah lama tak kelihatan.

google-site-verification: googlee86e54fb8c199d59.html

Iklan