Tag

, , , , , , , , , , ,

Definisi reksadana adalah kumpulan dana dari investor yang dikelola oleh manajer investasi yang terdaftar di otoritas jasa keuangan (OJK).

reksadana

cara kerja reksadana

Apa saja kelebihannya?

  1. Minimal investasi mulai Rp 100 ribu.
  2. Mudah berinvestasi, bisa melalui agen penjual misal bank & fintech , bisa hubungi customer manajer investasi nya langsung, atau bisa di Bukalapak /Tokopedia.
  3. Diatur ketat oleh OJK, sebelum dipasarkan harus dilaporkan dan disetujui OJK
  4. Dikelola oleh manajer investasi profesional, dengan imbalan pengelolaan yang dibebankan ke reksadana yang dikelola.
  5. Diversifikasi aset investasi, bisa memilih yang berbasis saham, obligasi, pasar uang maupun campuran
  6. Insentif pajak, pajak sudah masuk dan tercermin dalam NAB tiap hari sehingga saat penarikan waktu tertentu 0% biayanya.
  7. Aman dan transparan, dana di bank kustodian bukan di manajemen investasi. Kinerjanya NAB dilaporkan harian di media dan laporan bulanannya ke investor.
  8. Likuiditas, segera cair paling cepat T+1 sampai T+7
  9. Potensi imbal hasil menarik, karena dikelola oleh manajer investasi yang profesional. Cocok untuk simpanan masa depan. Jangan lupa baca prospektusnya, siapa pengelolanya.

Kekurangan reksadana :

  1. Tidak bisa langsung dicairkan uang nya, perlu T+1 sampai T+7
  2. Di luar kendali kita, fluktuasi tergantung kelihaian pengelolanya, untuk itu perlu melihat catatan masa lalu dan siapa saja yang ada di dalamnya, paling mudah lihat ranking return di internet misal https://www.bareksa.com/id/data/reksadana/daftar
  3. Biasanya ada biaya pencairan jika kurang dari setahun untuk reksadana saham dan campuran.

Bagaimana pengalaman investasi reksadana selama ini ?

Kalau pengalaman saya selama 11 tahun (dari 2007) investasi reksadana ini cocok sekali buat yang sibuk dengan pekerjaan utama khususnya buat yang bekerja pada perusahaan orang lain, karena tidak mengganggu pekerjaan utama alias tidak mencuri waktu. Lain halnya jika punya usaha sendiri, kalau menurut saya lebih baik investasi di saham, bisa memilih saham perusahaan yang kita inginkan, dan melakukan transaksi jual beli saham tanpa merasa bersalah karena makan waktu dari tempat kita bekerja. Ada beberapa cara yang saya lakukan untuk pendaftaran reksadana :

  • menghubungi call center/email, waktu buka reksadana Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI), Danareksa dan Trimegah Aset Manajemen (TRAM)
  • datang ke Bank Mandiri, waktu membuka reksadana yang dikelola oleh Mandiri Manajemen Investasi (MMI)

Hasilnya ? asal pilih reksadana yang dikelola oleh manajemen investasi terpercaya, kemungkinan besar hasilnya lebih tinggi daripada pasar (deposito, obligasi, saham), misalnya reksadana pasar uang (berbasis deposito dan surat utang jangka pendek) hasilnya 5-7% pertahun , reksadana pendapatan tetap (berbasis obligasi) hasilnya 7-12% per tahun, dan reksadana saham hasilnya -10% sampai 25% pertahun dan reksadana obligasi hasilnya -5% sampai 20% pertahun. Kenapa bisa minus untuk reksadana saham dan obligasi ? karena saat itu IHSG minus dimana reksadana saham biasanya membeli saham utama di IHSG. Lalu apa tipsnya ? saat minus biarkan saja, manajer investasi akan memikirkan strateginya, mau kocok ulang atau menunggu sampai naik, setelah positif tarik saja kalau ada perlu. Kalau mau aman sebaiknya pilih reksadana pasar uang dan pendapatan tetap, karena sangat kecil kemungkinan hasilnya minus, meski hasilnya juga tidak terlalu  besar, tapi paling aman.

Oh ya, artikel sebelumnya ada investasi reksadana online di Bukalapak, saya sudah coba dan sudah saya tarik reksadana pasar uang, hasilnya lumayan, 2,5% selama 3 bulan. Tinggal reksadana campuran dan saham yang belum saya tarik karena masih minus (IHSG turun 10% 3 bulan ini).

Iklan