Tag

, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

“Yo ayo yo ayoyo yo ayo….. “

Mencari informasi Asian Games 2018 semakin mudah. Meski laman http://www.asiangames2018.id minim informasi, informasi Asian Games 2018 bertebaran di internet. Saran saya download apikasi resmi Asian Games 2018, TAG 2018 dari Telkomsel, Vidio, dan TVRI di Android serta follow twitter @asiangames2018. Sangat lengkap informasinya. Mari sukseskan event yang sangat langka dan istimewa ini.

IMG_20180903_133610.jpg

Selasa, 4 September 2018

Ada fakta menarik dari katering dan wisma atlit yang diapresiasi oleh para tamu/atlet dan offisial, antara lain (dari twitternya mas @arieparikesit) : dining hall wisma atlet kemayoran : 7000 m2, 3000 tempat duduk, 20 ribu porsi/hari, 9 ribu atlet, 1200 koki pegawai catering, ahli gizi dan relawan. beberapa station yang tersedia seperti soup, pizza, salad, buah, cemilan nusantara, lumpia, lapis legit, bola ubi, carabikang, makanan berat juga lengkap.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Senin, 3 September 2018

Asian Games 2018 telah usai, ditandai dengan upacara penutupan tadi malam pukul 19.00-21.00 dihadiri wapres Jusuf Kalla, presiden OCA dan presiden olimpiade internasional serta para pejabat negara. Presiden sendiri memberikan sambutan dari tenda pengungsian gempa Lombok. Upacara dimulai dengan parade drumband TNI dan Polri yang memukau, lalu defile atlit dan volunteer dan terakhir pertunjukan grup musik asal Korsel Super Junior dan Ikon dan penampilan tuan rumah Asian Games 2022 Hangzhou Tiongkok.

Kali ini, Indonesia meraih prestasi terbaik selama 18 kali mengikuti Asian Games dengan merebut 31 medali emas, 24 medali perak dan 43 medali perunggu, dari 465 emas, 465 perak dan 622 perunggu yang diperebutkan. Menduduki peringkat 4, naik 13 peringkat dari peringkat 17 di Asian Games 2014 Incheon. Tiongkok tetap menjadi juara meski jumlah medalinya turun, Jepang menggeser Korsel sebagai runner up. Predikat atlet terbaik diperoleh perenang Jepang yang baru berusia 18 tahun yang merebut 6 medali emas dan 2 perak. Ada 37 negara yang mendapatkan medali, 8 negara pulang tanpa medali. Ada 5 rekor dunia pecah, berasal dari panahan campuran 50 meter & 70 meter tim Korsel, menembak trap campuran oleh tim Taiwan, angkat besi 94 kg oleh Sohrab Moradi dari Iran, dan renang gaya punggung putri 50 meter oleh Lu Xiang dari Tiongkok. Adapun rekor Asian Games, ada 13 rekor yang pecah,1 atletik, 3 balap sepeda,4 menembak, 3 renang dan 1 angkat besi.

Media asing juga menyoroti event ini, ada yang positif dan negatif. secara umum tanggapan positif ada di : 1. upacara pembukaan dengan panggung yang indah, tarian jaroe rateh dan penampilan presiden mengendarai sepeda motor, 2. keramahan penduduk dan antusisasme penonton, 3. pelayanan panitia dan kelezatan makanan yang disediakan, 4. fasilitas pijat/fisioterapi dan hiburan. Beberapa tanggapan negatif : 1. tiket yang amburadul di awal event yang kemudian segera diganti penyedia layanannya, 2. polusi level 163 (level 150 sudah mengancam kesehatan) saat jalan cepat 50 km hari Kamis 30/8/18 dan menjadi catatan waktu paling lambat dalam 32 tahun penyelenggaraan Asian Games. Dan paling penting dari semua itu adalah keamanan selama penyelenggaraan Asian Games 2018, alhamdulillah aman dari aksi terorisme yang dikhawatirkan Australia yang mengeluarkan travel warning.

Bonus untuk atlet yang merebut medali untuk Indonesia diserahkan oleh presiden Joko Widodo sehari sebelum penutupan, berupa tabungan BRI, termasuk untuk bos Djarum/BCA, Bambang Hartono 78 tahun yang mendapat perunggu Bridge, sekaligus perebut medali tertua dalam event Asian Games ini. Peraih medali termuda Bunga Nyimas, atlet skateboard Indonesia berusia 12 tahun.

IMG_20180903_134007.jpg

Sabtu, 1 September 2018 : Menonton Final Sepak Bola Putra di Stadion Pakansari Bogor

Menyenangkan sekaligus melelahkan perjuangan menonton final sepak bola Asian Games 2018 antara Korsel vs Jepang di stadion Pakansari Bogor.
Kami berangkat dari kota Bandung pukul 09.00 sampai di Airy Baranangsiang pukul 16.00 (7 jam) padahal jaraknya cuma 140 km. Kemacetan terjadi di Padalarang. Paling parah adalah setelah Masjid Attaawun Puncak sampai pintu tol Jagorawi dimana berlaku buka tutup satu arah weekend. Untungnya saat stag 1 jam saya berada di kebun teh dengan pemandangan paralayang para atlit Asian Games 2018 yang sudah selesai bertanding.
Masuk Bogor paling enak maauk tol Jagorawi exit kota Bogor. Saldo emoney terpotong 6500. Sampai Airy Baranangsiang pukul 16.00, istirahat sebentar, mandi, lalu pukul 17.00 jalan lagi ke stadion Pakansari sejauh 17 km lewat jalan tol Jagorawi exit di Sentul. Saldo emoney terpotong 6500.
Kelelahan berlanjut saat akan menuju stadion. Padat merayap dan aksesnya hanya bisa masuk melalui jalan Tegar Beriman. Parkir sulit, yang didalam stadion sudah penuh sejak pertandingan Vietnam – UEA pukul 15.00 tadi (kami lewatkan karena masih terjebak kemacetan di Puncak) akhirnya dapat di kantor Dispora Bogor. Alhamdulilah. Pukul 18.15 baru sampai gate yang benar yaitu pintu 6 atau 7 buat penonton kategori A (samping lapangan) yang harga tiketnya 760 ribu/orang buat 2 pertandingan (perebutan perunggu UEA vs Vietnam pukul 15.00 dan perebutan emas/perak Korsel vs Jepang pukul 18.30). Antrian panjang sekali untuk masuk pemeriksaan/scanning badan, sampai-sampai saat lagu kebangsaan kedua negara dinyanyikan kami masih di antrian. Oleh petugas dikasih tahu kalau buat supporter Korsel masuk pintu 7, supporter Jepang di pintu 6. Saya pilih gabung supporter Jepang yang lebih sedikit dan tenang. Ternyata benar, saat cari tempat duduk, masih banyak tempat duduk, sampai – sampai supporter Korsel ada yang masuk di pintu 6 buat Jepang karena kursi pintu 7 buat supporter Korsel penuh. Ditambah lagi supporter Korsel yang riuh bawa gendang yang memekakkan telinga.
Pertandingan nya sendiri sangat seru, di awal bola ke arah sektor Jepang terus, namun di babak 2 imbang. Sehingga sampai menit 90+3 masih imbang 0-0. Perpanjangan 2*15 menit, pada 15 menit pertama Korsel sangat agresif, dan berhasil memasukkan 2 gol ke gawang Jepang. Jepang tim yang pantang menyerah, di waktu tambahan kedua berhasil memasukkan 1 gol ke gawang Korsel, beberapa kesempatan juga tercipta, meski belum berhasil. Hasil akhir pertandingan 2-1 untuk kemenangan Korsel. Wajah kecewa tampak di muka supporter Jepang, tapi tak sampai berbuat onar, biasa saja. Orang Jepang memang sopan-sopan. Kebetulan tim Jepang ini tim U-21 yang disiapkan buat Olimpiade Tokyo 2020, yang keseriusan persiapan nya sudah terasa saat kami mengunjungi Tokyo tahun 2014 lalu. Sedangkan buat Korsel ini mempertahankan emas sepakbola Asian Games yang mereka raih di Asian Games Incheon 2014 lalu, bonusnya atlet Korsel yang mendapat emas bebas wajib militer 21 bulan yang sangat berarti buat meniti karir, termasuk buat Son Heung-Min bintang Tottenham Hotspurs. Oh ya, berhubung Korsel dan Jepang banyak investasi industri di sekitar Jabodetabek, maka dikerahkan para pendukung dari pabrik masing-masing. Sekitar 90% kursi terisi. Luar biasa.

Oh ya, di stadion Pakansari ini tersedia mushola yang bersih. Saya sempat melihat ada 2 mushola, satu di luar stadion dan satu di dalam stadion, kebetulan saya berada di pintu 6 dan 7, kalau pintu lain belum ke sana.

Kemacetan kembali terjadi saat pulang pukul 21.30 di sekitar stadion Pakansari. Di Dispora Bogor kami bayar parkir 20 ribu. Sepadan dengan penjagaan mereka dari tempat parkir sampai ke jalan arteri Pakansari. Tampaknya di luar pertandingan Asian Games ini masyarakat lokal biasa duduk duduk malam mingguan di sini, terlihat banyaknya penjual minuman dan makanan dengan tikarnya. Sayangnya penonton Asian Games ini bukan target market mereka sehingga sepi jualannya. Kontras sekali, mobil mewah expatriat Korsel dan Jepang dengan rakyat jelata Indonesia. Kemacetan ini berimbas pada waktu tempuh, sehingga 2 jam kemudian-pukul 23.30 baru sampai di Airy Baranangsiang Bogor. Saya rasa cukup sepadan usaha kami hari ini.

Kamis, 30 Agustus 2019

Kemarin Indonesia kembali berjaya dalam olahraga pencak silat dengan menambah 6 emas, sehingga total emas di Asian Games ini ada 30 keping, mengamankan posisi Indonesia di peringkat 4. Selain pencak silat, kemarin Indonesia juga menambah 2 perunggu dari paralayang cross country putra dan putri dan 1 perunggu di olahraga Kurash. Untuk hari ini ada tambahan perunggu dari dayung duo putri. Ada yang unik di acara nonton voli kemarin dimana presiden Jokowi dan calon presiden Prabowo berada dilokasi yang sama, dan seolah berperlukan ketika pesilat Hanifan memeluk keduanya. Adem.

IMG_20180829_222716.jpg

Rabu, 29 Agustus 2019 :

Melihat hasil kemarin, tampaknya masih susah buat atlit Indonesia untuk mendapatkan medali emas di pertandingan olahraga olimpiade seperti panahan, bola voli pantai. Sepak takraw putra kemarin juga nyaris mendapat emas setelah di babak 1 menang, babak 2 sempat unggul 18-15 sebelum akhirnya kalah 21-23 dari Malaysia, demikian juga babak ke 3. Meski menjadi tuan rumah mental atlit juga masih kurang. Namun tidak begitu saat Jonathan Cristie dapat emas mengalahkan atlit Taiwan 2-1 di tunggal putra, tidak menyerah meski lawannya berat. Di ganda putra terjadi all Indonesian final. Kemarin Indonesia menambah 2 emas, totalnya 24 emas, 19 perak dan 29 perunggu. Posisi nomor 4 di bawah Korea Selatan dan di atas Iran.

Senin, 27 Agustus 2018 : Indonesia Pesta Medali Emas

Hari ini adalah pesta medali emas untuk kontingen Indonesia, betapa tidak, dalam sehari Indonesia menambah pundi 10 emas dari cabang pencak silat 8 emas, dan panjat tebing 2 emas. Sehingga total emas Indonesia sampai tadi malam 22 emas, naik dari peringkat 5 menjadi peringkat 4, melampaui Iran yang mendapat 17 emas. Beberapa cabang olahraga yang masih memberikan harapan emas besok antara lain panahan putri, bola voli putra, bulu tangkis ganda putra all indonesian final, bulu tangkis tunggal putra. Tak mustahil jika berhasil emas Indonesia akan lebih dari 25 emas. Pencapaian sampai hari ini pun sudah melampaui pencapaian tahun 1962 dimana waktu itu Indonesia meraih 21 emas dan ada di posisi 2 di bawah Jepang. Vietnam juga heboh karena tim sepak bola pria mereka lolos ke semifinal Asian Games.

Kamis, 23 Agustus 2018 : Lokasi dan Jadwal pertandingan

Di Jakarta,pertandingan cabang olahraga dibagi ke dalam tiga klaster. Klaster I akan berlangsung di area Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Convention Center (JCC), GOR Bulungan dan Pondok Indah Golf & Country Club.

1. Renang artistik, Tanggal: 27-29 Agustus 2018, Lokasi: GBK – Aquatic Center

2. Loncat indah, Tanggal: 28 Agustus-1 September 2018, Lokasi: GBK – Aquatic Center

3. Renang, Tanggal: 19-24 Agustus 2018, Lokasi: GBK – Aquatic Center

4. Polo air, Tanggal: 16, 17, 19, 20, 21, 25 Agustus-1September 2018, Lokasi: GBK – Aquatic Center

5. Panahan, Tanggal: 21-28 Agustus 2018, Lokasi: GBK – Archery Field

6. Atletik, Tanggal: 25-30 Agustus 2018, Lokasi: GBK – Main Stadium

7. Bulutangkis, Tanggal: 19-28 Agustus 2018, Lokasi: GBK- ISTORA

8. Bisbol/Sofbol, Bisbol: 21, 22, 23, 26, 27, 28, 30, 31 Agustus dan 1 September 2018

Lokasi: GBK – Baseball field

Sofbol: 19-24 Agustus 2018, Lokasi: GBK – Softball field

9. Basket, Basket 3×3, Tanggal: 21, 22, 24, 25, 26 Agustus 2018 Lokasi: GBK – Basket Hall 3×3

10 Basket 5×5, GBK – Basket Hall: 14, 15, 16, 17, 19-29 Agustus 2018, ISTORA: 31 Agustus dan 1 September 2018

11. Hoki, Tanggal: 19 Agustus- 1 September 2018, Lokasi: GBK – Hockey Field

12. Squash, Tanggal: 23 Agustus-1 September 2018, Lokasi: GBK – Squash Stadium

13. Voli – Indoor Volley, Tanggal: 19 Agustus-1 September 2018, Lokasi: GBK – Volley Indoor & GOR Bulungan

14. Rugby 7, Tanggal: 30 Agustus-1 September 2018, Lokasi: GBK – Rugby Field

15. Anggar, Tanggal: 19-24 Agustus 2018, Lokasi: JCC – Cendrawasih

16. Judo, Tanggal: 29 Agustus-1 September 2018, Lokasi: JCC – Plenary Hall

17. Karate, Karate-Kata: 25 Agustus 2018, Karate-Kumite: 25-27 Agustus 2018, Lokasi: JCC – Plenary Hall

18. Martial-Arts, Martial Arts-Ju Jitsu: 24-26 Agustus 2018, Martial Arts-Kurash: 28-30 Agustus 2018, Martial Arts-Sambo: 31 Agustus dan 1 September 2018, Lokasi: JCC – Assembly Hall

19. Taekwondo, Taekwondo-Kyarugi: 20-23 Agustus 2018, Taekwondo-Poomsae: 19 Agustus 2018, Lokasi: JCC – Plenary Hall

20. Wrestling (Gulat), Wrestling – Freestyle: 19-21 Agustus 2018, Wrestling – Greco Roman: 21-22 Agustus 2018, Lokasi: JCC – Assembly Hall

21. Golf,Tanggal: 23-26 Agustus 2018, Lokasi: Pondok Indah Golf & Country Club

Klaster II akan berlangsung di area GOR POPKI Cibubur, Jakarta-International Expo Kemayoran, arena berkuda Pulomas, Jakarta International Velodrome Rawamangun dan Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

1. Bola tangan Tanggal: 13, 14, 15, 16, 17, 19-27, 29-31 Agustus 2018, Lokasi: GOR POPKI Cibubur

2. Kabaddi, Tanggal: 19-24 Agustus 2018, Lokasi: Theatre Garuda

3. Bridge, Tanggal: 21 Agustus-1 September 2018,Lokasi: JIExpo Kemayoran – Ballroom

4. Angkat besi,Tanggal: 20-27 Agustus 2018, Lokasi: JIExpo Kemayoran, Hall A

5. Tenis meja,Tanggal: 26 Agustus-1 September 2018, Lokasi: JIExpo Kemayoran, Hall B

6. Bela diri-Wushu, Tanggal: 19-23 Agustus 2018, Lokasi: JIExpo Kemayoran, Hall B

7. Tinju, Tanggal: 24-29, 31 Agustus, 1 September 2018, Lokasi: JIExpo Kemayoran, Hall C

8. Gymnastics, Gymnastics-Artistic: 20-24 Agustus 2018, Gymnastics-Rhytmic: 27-28 Agustus 2018, Gymnastics-Trampoline: 30 Agustus 2018, Lokasi: JIExpo Kemayoran, Hall D

9. Equestrian (Berkuda), Equestrian-Dressage: 20, 21, 23 Agustus 2018, Equestrian-Eventing: 24-26 Agustus 2018, Equestrian-Jumping: 27, 28, 30 Agustus 2018, Lokasi: Jakarta International Equestrian Park, Pulomas

10. Balap sepeda BMX, Tanggal: 25 Agustus 2018, Lokasi: Pulomas International BMX Center

11. Balap sepeda Trek, Tanggal: 27-31 Agustus 2018, Lokasi: Jakarta International Velodrome, Pulomas

12. Jet Ski, Tanggal: 23-26 Agustus 2018, Lokasi: Jet Ski Indonesia Academy, Ancol

13. Layar, Tanggal: 24, 25, 26, 28, 29, 31 Agustus 2018, Lokasi: Indonesia National Sailing Center, Ancol

14. Bisbol, Tanggal: 26, 27, 28, 30, 31 Agustus 2018, Lokasi: Rawamangun Baseball Field

15. Pencak silat, Tanggal: 23, 24, 25, 26, 27, 29 Agustus 2018,Lokasi: Padepokan Pencak Silat, TMII

Sementara klaster III, Jakarta Suburb, akan berlangsung di Banten, Puncak, Subang, Majalengka, Bandung, Bogor dan Bekasi.

1. Modern Pentathlon,Tanggal: 31 Agustus dan 1 September 2018, Lokasi: APM Equestrian, Banten

2. Paralayang,Tanggal: 19-23, 25-29 Agustus 2018,Lokasi: Gunung Mas Puncak

3. Mountain Bike (Balap sepeda gunung),Tanggal: 20-21 Agustus 2018, Lokasi: Khe Bun Hill Subang

4. Road Race (Balap sepeda jalan raya), Tanggal: 22-24 Agustus 2018, Lokasi: Subang roads route (jalur jalan Subang-Purwakarta-Karawang)

5. Kano/Kayak Slalom, Tanggal: 21-23 Agustus 2018, Lokasi: Bendung Rentang Majalengka

6. Sepak bola (putra), Stadion Si Jalak Harupat, Bandung: 10, 12, 14, 15, 16, 17, 19, 20 Agustus 2018, Stadion Pakansari, Bogor: 14, 16, 19, 20, 27, 29 Agustus dan 1 September 2018, Stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi: 10, 12, 15, 17, 19, 20, 23, 24, 27 Agustus 2018, Stadion Wibawa Mukti, Cikarang: 14, 15, 16, 17, 19, 20, 23, 24 Agustus 2018

Tak ketinggalan Palembang menyelenggarakan pertandingan :

1.Boling, Tanggal: 22-27 Agustus 2018,Lokasi: JSC – Bowling Center

2.Kano/Kayak sprint (CSC),25-27 Agustus (Traditional Boat Race),29, 30, 31 Agustus dan 1 September 2018 (Canoe Sprint), Lokasi: JSC – Lake

3.Sepak bola putri, stadion Gelora Sriwijaya (Stadion Jakabaring) tanggal 16, 17, 19, 20, 21, 22, 24, 25, 28, 31 Agustus 2018, Stadion Bumi Sriwijaya tanggal 16, 17, 19, 20, 21, 22 Agustus 2018

4.Roller sport, Sepatu roda, Tanggal: 31 Agustus 2018,Lokasi: JSC – Roller Skate Stadium

Skateboard : Tanggal: 28-29 Agustus 2018, Lokasi: JSC – Skateboard Stadium

5.Dayung/Rowing , Tanggal: 19-24 Agustus 2018, Lokasi: JSC – Lake

6.Sepak takraw, Tanggal: 19 Agustus – 1 September 2018, Lokasi: JSC – Ranau Hall

7.Menembak, Pistol: 19, 21, 22, 24, 25 Agustus 2018, Rifle: 19-24 Agustus 2018, Skeet & Trap: 19, 20, 21, 23, 25, 26 Agustus 2018, Running target: 23-25 Agustus 2018, Lokasi: JSC – Shooting Range

8.Panjat tebing, Tanggal: 23-27 Agustus 2018, Lokasi: JSC – Sport Climbing

9.Soft Tennis: 28 Agustus – 1 September 2018, Tennis: 19-25 Agustus 2018, Lokasi: JSC – Tennis Court

10.Triathlon,Tanggal: 31 Agustus – 2 September 2018, Lokasi: JSC – Lake

11. Voli pantai, Tanggal: 19, 20, 21, 23-28 Agustus 2018, Lokasi: JSC – Beach Volley

Rabu, 22 Agustus 2018 : Idul Adha

Di dalam komplek atlit Jakarta dan Palembang diadakan sholat Idul Adha, khusus untuk atlit Muslim dari seluruh Asia. Ini merupakan sholat Idul Adha pertama yang diadakan bersamaan dengan event Asian Games.

Selasa, 21 Agustus 2018

Sejak kisruh tiket kiostix minggu lalu, akhirnya mereka bekerjasama dengan Blibli untuk penjualan tiket dan souvenir Asian Games 2018. Jadi, sekarang kalau beli tiket Asian Games 2018 di Blibli ya.

Kabar gembira hingga 3 hari Asian Games 2018 ini berjalan, Indonesia telah merebut 5 emas, 2 perak dan 5 perunggu, di peringkat 4 setelah Tiongkok, Jepang dan Korea Selatan. Hari pertama (Ahad, 19 Agustus 2018) Indonesia merebut 1 emas melalui Taekwondo Pomsae Putri atas nama Defia Rosmaniar dan 1 perak melalui Wushu Chanquan Putra atas nama Edgar Xavier Marvelo. Hari kedua (Senin, 20 Agustus 2018) Indonesia menambah 3 emas 1 perak dan 2 perunggu. Emas diperoleh Lindswell atlet Wushu Taijijquan all around putri, Khoiful Mukhib atlet Sepeda Gunung putra, Tiara Andini Prastika atlet sepeda gunung putri. Perak diperoleh Sri Wahyuni Agustiani atlet angkat besi 48 kg putri. Sedangkan perunggu diraih Surahmat Bin Suwoto Wijoyo atlet angkat besi 56 kg putra, dan Nining Porwaningsih atlet sepeda gunung putri. Hari ini, hari ketiga (Selasa, 21 Agustus 2018) Indonesia menambah 1 emas dan 3 perunggu. Emas didapat Eko Yuli Irawan atlet angkat besi 62 kg putra. Perunggu didapat dari tim sepak takraw regu putra, tim bulu tangkis beregu putri dan Achmad Hulaefi atlet wushu Daoshu dan gunshu putra.

Senin, 20 Agustus 2018

Kemarin, 19 Agustus 2018 menjadi pengalaman pertama menonton Asian Games sebagai event olahraga terbesar di Asia dan nomor dua di dunia setelah Olimpiade, langsung di pusatnya kawasan Gelora Bung Karno (GBK). Untuk ke lokasi pukul 12.00 kami naik Blue Bird dengan OVO cash yang kasih cashback 50%. Tarif dari Ibis Menteng ke Pintu Tenis Indoor Senayan 35 ribu sebelum cashback. Ketika sampai di lokasi pukul 12.30, ternyata hanya bisa sampai pintu depan karena disitu menjadi gerbang VIP. Kami masuk lewat pintu ini dengan menunjukkan print out pembelian tiket. Jalan kaki ke arah Tenis Indoor yang menjadi lokasi pertandingan bola voli. Berhubung newbie, tanya ke petugas 1 di pintu VIP, dia bilang pintu masuknya di depan, jalan ke gedung media center ketemu petugas 2 (tidak jelas bagian apa) dia bilang harus tukar tiket dulu di loket luar, okelah kami keluar lewat gerbang VIP (disini ada 3 bemo tema maskot Asian Games 2018, ada mobil robotik 5G Telkomsel, cocok buat pamer ke tamu VIP), jalan balik sekitar 1 km ke loket 5,

di sana ada antrian turis necis tapi terlantar, antri mengular demi beli tiket hari itu (bisa dibeli online, masalahnya website nya cuma bahasa Indonesia dan untuk pertandingan 2 hari ke depan), tanya ke P3 dia bilang untuk bola voli langsung saja ke venue, tidak usah tukar ke bentuk tiket, lah padahal di kertas tertulis BUKTI PEMBELIAN HARUS DI TUKAR DENGAN TIKET DI LOKET. Oke deh, percaya, karena petugas ini meyakinkan sekali, bisa menjawab pertanyaan turis Jepang yang pakai Google translate. Lalu masuk ke pintu gerbang utama dekat loket 5. Di sini ada pemeriksaan barang bawaan menggunakan scan seperti di bandara atau di stadion jalak harupat. Banyak yang meninggalkan minuman botol di sini, sambil berasumsi tidak boleh bawa masuk minuman non Aqua (sponsor resmi) ke GBK. Padahal kami bawa 2 botol minuman dari hotel di tas, boleh saja. Di situ ada petugas 4 yang bilang untuk masuk ke venue harus tukar bukti pembelian online dengan TIKET. Untuk bola voli di Loket 7. Ini bikin uring-uringan istri saya, sambil mengancam balik aja ke hotel, karena petugasnya kasih info beda-beda, CONFUSING. Aduh, jauh jauh ke Jakarta cuma buat menginap di hotel dan lihat keramaian Asian Games, padahal tujuan utama saya menonton live pertandingan di venue. Bukan saya, kalau menyerah begitu saja. Mengingat kawasan GBK ini luas sekali, ada bus gratis yang mengantar ke berbagai venue. Udahlah naik bis ini saja, paling tidak dinginnya AC turut mendinginkan suasana hati. Di bis ini ketemu sepasang suami-istri yang mau nonton bola voli juga, tapi cuma bawa print out bukti pembelian online seperti kami, lalu saya tanya “mau nonton bola voli?, harus tukar ke TIKET atau tidak?”. Mas nya jawab “kemarin lusa pas mau nukar print out online ke TIKET nonton bola basket sempat bingung juga,karena terjadi penumpukan dengan penonton go show, akhirnya yang beli online cukup bawa print out ke venue/lokasi pertandingan”. Lega hati ini. Bis shuttle gratis ini penuh sekali turis, kira-kira lokal 40%, turis 60%. Di bus ada penanggung jawab, mbak mbak berjilbab, usia 20 an (mahasiswi baru kayaknya) yang jadi kernet sekaligus announcer, kerja keras dia, tapi kerjanya bagus, tidak membingungkan dan ramah. Di sini mulai lega karena tampak venue bola voli yang tampak mirip dengan yang saya lihat 30 menit yang lalu. Ternyata benar, istri saya bilang, kita tadi sudah di belakang situ (25 meter), karena tidak tahu dan ketemu petugas 2 yang tidak kredibel, terpaksa jalan kaki 1 km ke loket 5 + 500 meter ke lokasi shuttle bus samping toko souvenir+ 1 km naik shuttle, total pemborosan 2,5 km dan waktu 40 menit.
Pas kami masuk 13.10, pertandingan voli Thailand vs Filipina sudah masuk tengah babak ke 2. Pertandingan yang cukup seru ini dimenangkan oleh Thailand 3-0. Pukul 13.45 pertandingan sudah selesai, masih ada waktu 3 jam untuk menonton pertandingan berikutnya antara Kazakhstan vs Taiwan. Di luar sudah antri orang beli Indomie instan.

Kami jalan ke depan dimana ada pameran departemen perdagangan, Telkomsel 5G, makanan minuman dan pemerintah Hangzhou Tiongkok selaku tuan rumah Asian Games 2022.
Pertama kami ke gerai makanan minuman. Kami sempat bingung dengan banyaknya pilihan. Ada siomay, batagor, dimsum, sate & soto Padang, sate Madura, Japanese & Korea food, nasi Padang, Snack, ayam goreng dll. Semuanya UMKM, tidak satupun brand besar macam KFC, bakmi GM, sate khas Senayan dll. Saya coba saja nasi + soto Padang seharga 35 ribu. Lebih enak dari soto Padang Indomie, karena ada irisan daging dan perkedel kentang. Agak mahal memang, tapi saya yakin sewa ikut di sini juga mahal, dan yang penting itu UMKM. Meski UMKM mereka sedang upgrade dengan rasa yang enak, bersih dan packaging yang bagus. Kalau malam ada live music dangdut. Jujur saja ini event paling mewah yang pernah saya ikuti, namun bercita rasa Indonesia. Saya rasa ini tepat, tidak perlu kebarat-baratan atau ke timur-timuran, karena sudah itu bukan panggung kita. Yang penting tidak kalah dalam ekonomi dan olahraga (walau sekarang belum semaju mereka), tapi lumayanlah dibandingkan Filipina atau Timor Leste yang sudah copy paste barat tapi semua indikator ekonomi dan olahraga di bawah kita.
Usai makan, kami ke pameran departemen perdagangan, menampilkan produk unggulan UMKM dari seluruh Indonesia. Ada buku panduan yang berisi info produk peserta, sejarah, alamat dan nomor kontaknya. Ada juga brosur prosedur ekspor dan layanan departemen perdagangan.

Dari situ ke stand Hangzhou 2022, SPG nya foto-foto, senyum senyum, karena mereka minim bahasa Inggris, mereka pakai body language, tunjukkan ke layar keterangan berbahasa Inggris, sekali bicara ” we have better quality than that” sambil tunjuk TV besar LG. Di sini sempat ambil buku panduan wisata Hangzhou sambil dengar rayuan mereka “please visit to Hangzhou”. Hahaha
Dari stand Hangzhou, kami ke Telkomsel 5G. Untuk masuk perlu tunjukkan aplikasi My Telkomsel ataupun TCash. Dikasih formulir angket oleh kementerian komunikasi dan informasi tentang pengalaman menggunakan teknologi 5G Telkomsel berhadiah souvenir Asian Games 2018. Ada 5 tempat yang sempat saya nikmati, yaitu balap sepeda, sepak bola, cetak muka ke medali, suit batu gunting kertas dengan robot, dan proyeksi gambar logo Asian Games 4 dimensi. Intinya sih, teknologi 5G berkecepatan 20 GB per seken ini membuat kegiatan 20 x lebih cepat dibandingkan teknologi sebelumnya.

Tak terasa, 2,5 jam kami menikmati semua itu, dan masuk lagi ke venue bola voli pukul 16.15 menjelang pertandingan Kazakhstan vs Taiwan. Terlihat atraktif dan menghibur atlet Kazakhstan ini, pertandingan dimulai pukul 16.30. tiap ada time out dimana cuplikan lagu lagu resmi Asian Games didendangkan 1 menit, pemain cadangan Kazakhstan melakukan tarian/dance pemanasan. Sedangkan pemain cadangan Taiwan menyiapkan handuk keringat buat pemain utama. Selain itu saat sebelum pertandingan pemain Taiwan kebanyakan lebih pendek dari Kazakhstan, latihan smesh, sementara Kazakhstan latihan umpan dan terima smesh. Dan ternyata dalam pertandingan Kazakhstan lebih banyak dapat poin dengan umpan dan penempatan bola yang tepat. Pertandingan dimenangkan Kazakhstan 3-1.
Pertandingan ini selesai pukul 18.15, lebih seru daripada Thailand vs Filipina tadi. Ada waktu 45 menit untuk menunggu Pertandingan Jepang vs Indonesia. Pemain Jepang terlihat lebih besar-besar daripada pemain Indonesia. Seru sekali pertandingan ini, meski Indonesia pada Asian Games 2014 tidak ikut, para pemain muda ini sanggup melakukan perlawanan yang sengit. Skor akhir pertandingan ini 3-0 untuk Jepang. Oh ya, di Asian Games 2014 Incheon, Thailand peringkat 3 (perunggu), Jepang peringkat 4, Taiwan peringkat 5, Kazakhstan peringkat 6. Indonesia dan Filipina sebelumnya tidak ikut. Sementara Korea Selatan (no 1) dan Tiongkok (no 2) ada di grup sebelah dan bertanding di stadion Bulungan-sekitar Blok M.
Selesai pertandingan pukul 20.30, antrian bus mengular. Duh lagi lagi antri mau ke pintu 5-pintu utama. Untungnya pintu 1 dekat hotel Fairmont dibuka. Di sini saya pesan Blue Bird, tak perlu lama menunggu di sini. Pukul 21.00 kami sudah ada di taksi. Pemandangan sepanjang jalan tampak indah gedung gedung pencakar langit di Jakarta. Gedung pencakar langit di Jakarta saya rasa lebih cantik daripada di KL, Singapura maupun Tokyo. Ini yang membuat turis sering kagum dengan gedung tinggi ini, karena sering underestimate dengan Jakarta, karena anggapan negara Indonesia belum maju. Maka pantas saja pemerintah Indonesia memberikan bebas visa buat warga 161 negara asing untuk berwisata ke Indonesia, agar tahu Indonesia. Meski begitu, kemiskinan juga masih terlihat dimana-mana. Di bawah gedung tinggi, kadang terlihat daerah kumuh.
Oke lah, hari ini sangat menyenangkan dapat menonton langsung pertandingan di GBK dan merasakan kemeriahannya.

Tips menonton Asian Games di GBK :
1.Karena GBK sangat luas, jangan sembarangan masuk. Datangi loket 5 pintu utama dekat FX Senayan. Di situ ada petugas 3 yang kredibel/bisa dipegang penjelasannya.
2.Naiklah bus shuttle gratis antar venue, selain sejuk, menghemat waktu dan tenaga. Bisa juga sight seeing keliling semua arena yang ada di GBK.
3.Nikmati stand yang ada , banyak pengalaman dan hadiah. Makan minum dan belanja di gerai UMKM karena turut mempromosikan produk Indonesia. Mampir ke booth Hangzhou 2022, siapa tahu mau nonton Asian Games di sana.
4.Beli produk sponsor. Mereka murah hati kasih tas, kantung dan gimmick lain yang tidak ditemukan di tempat lain.
5.Mushola, toilet mudah ditemukan dan representatif.
Kesimpulan: panggung, booth dan infrastruktur nya sudah sangat bagus dan layak, standar internasional. Masalah ada di urusan tiket, dimana antar petugas memberikan informasi yang berbeda-beda.

Sabtu, 18 Agustus 2018

Demi menyaksikan kemeriahan Jakarta menyambut Asian Games, di hari pembukaan ini saya ke sana. Naik kereta jam 6.30 pagi dari stasiun Bandung dan tiba di Gambir jam 9.45 siang. Twitter menyambut event ini dengan memunculkan gambar saat mengetik tagar tertentu.

Kamis, 16 Agustus 2018

Menjadi pengalaman baru buat kami menonton langsung Asian Games 2018 di stadion. Sore kemarin kami ke stadion Jalak Harupat Soreang Bandung untuk menyaksikan pertandingan antara Malaysia vs Kirgiztan dan juara bertahan Korea Selatan vs Bahrain. Untuk ke sana kami melalui jalan tol baru Soroja yang tersambung tol Padaleunyi. Jalan tol ini terbuat dari semen, berbeda dengan tol umumnya yang terbuat dari aspal. Serasa di negara maju karena jalan begitu bersih dan mulus, tampak pabrik dan sawah, beda dengan pemandangan jalan biasa yang padat pemukiman. Kami sempat kesasar, harusnya keluar di exit tol stadion jalan harupat. Pemeriksaan cukup ketat, mulai dari exit tol, pintu masuk stadion, sampai stadionnya sendiri banyak sekali polisi, satpol pp, dan tentara. Begitupula petugas dan volunteer/sukarelawan juga proaktif menyambut para penonton, tidak ada yang sibuk dengan gadgetnya. Sebelum masuk stadion saya menukar dulu lembar tiket kiostix dengan tiket fisik.

tiket asian games 2018

tiket Asian Games 2018

turis korea

turis Korsel

Sangat menarik warna warni pakaian, booth dan para sponsor event Asian Games kali ini. Banyak spot buat foto-foto, promo produk sponsor, UKM Kabupaten Bandung dan deretan mesin ATM (BNI/BRI/Mandiri). Saldo emoney saya sudah menipis, tak cukup untuk pulang lewat tol nanti, untungnya sinyal Telkomsel di stadion sangat bagus sehingga proses isi saldo emoney Mandiri lewat internet banking lancar. Dan adanya mesin ATM bisa untuk mengupdate saldo, sebelumnya saya gagal mengisi saldo emoney di mesin ATM. Toilet di stadion juga terawat, airnya melimpah, berbeda dengan mushola di depan stadion, tidak ada air di toilet, air di tempat wudhu juga kecil sekali. Dan satu lagi stand sponsor sangat menarik, yang paling menarik buat saya ada stand Indomilk yang jual paket isi 7 kotak susu aneka rasa seharga 30 ribu dalam kemasan tas tali, kotak bergambar maskot Asian Games 2018 dalam bermacam cabang olahraga. Ada varian baru yaitu 2 rasa good to go (susu+sereal), 2 susu rasa mangga,1 susu rasa pisang, susu UHT, susu coklat. Selain Indomilk, ada stand Indofood dengan mie cup tema Asian Games rasa ayam lari, baso tenis, dan ikan renang. Ada pula Alfamart yang kelihatannya sangat ramai. Selain itu ada bank BRI/BNI/Mandiri dan juga PT PP yang memasarkan apartemen. Kalau mau makanan berat, ada UKM yang jual nasi bungkus. Untuk parkir tersedia banyak dan gratis. Tukang parkir liar pun segan karena banyaknya petugas keamanan.

paket Asian Games 2018 indomilk

paket Indomilk 30 ribu Rupiah

Oh ya, setelah menukar tiket fisik (di sini petugas loket 1 yang berambut panjang salah info kalau keluar stadion tiket tidak bisa untuk masuk lagi, padahal sebenarnya bisa buat nonton semua pertandingan berikutnya, kuncinya baca informasi yang tertera di tiket, bukan omongan petugas yang belum tentu paham), ada pemeriksaan seperti di bandara, barang bawaan di scanning. Sesudah itu kami ditunjukkan arah pintu masuk oleh volunteer, di gerbang masuk luar ada pemeriksaan dan scan tiket, di pintu stadion ada scan logam satpol pp, disini barang bawaan diperiksa. Tidak boleh bawa botol minuman, makanan dan rokok. Nanti di dalam ada yang keliling jual produk sponsor.

Pertandingan Malaysia vs Kirgiztan berlangsung seru, Malaysia menang 3-1. Penonton dari negeri jiran ini juga banyak yang datang. Untuk penonton Indonesia kebanyakan anak SMP/SMA sekitar stadion yang difasilitasi (gratis) pemerintah daerah. Karena bukan tim nasional Indonesia, anak-anak SMP ini malah teriak support Persib. Jadi kurang asyik nontonnya, tidak fokus ke pertandingan, malah lihat tingkah polah anak yang beranjak alay. Beda ceritanya dengan pertandingan Korsel vs Bahrain. Supporter Korsel ini tampil all out dengan kaos timnas mereka, tua muda semua kompak mendukung timnas Korsel. Mungkin ada 600 an supporter, lengkap dengan drumb dan terompet yang menghidupkan suasana. Indonesia pun jadi fokus melihat pertandingan. Dan Korsel pun menang besar, 6-0. Kegembiraan tersebut berkurang karena lihat streaming vidio.com, pada saat yang sama timnas Indonesia kalah 1-2 vs Palestina di Bekasi. Streaming Telkomsel di stadion ini lancar tanpa buffer.

jalak harupat malam

stadion di waktu malam

korea vs bahrain

pertandingan Korsel vs Bahrain

penonton korea

penonton Korsel

penonton malaysia

penonton Malaysia

skor korea vs bahrain

sampai akhir babak 1 5-0, skor akhir 6-0

Menurut saya, cukup sepadan harga tiket yang 75 ribu ini untuk menonton pertandingan babak penyisihan Asian Games. Lebih sepadan lagi kalau yang main timnas Indonesia, lebih seru. Parkir luas dan gratis, toilet stadion yang melimpah airnya menjadi nilai plus. Sedangkan petugas loket yang kurang paham aturan dan toilet mushola yang tidak ada air menjadi nilai minus. Kehadiran petugas keamanan dan volunteer di tiap sudut, serta kemeriahan stand penjualan menjadikan event ini menjadi terasa istimewa.

Rabu, 15 Agustus 2018Tampaknya Asian Games 2018 ini menjadi perhatian warga Asia. Terbukti kemarin ada protes dari Qatar dan Vietnam yang tak bisa menonton pertandingan yang disiarkan live streaming di Vidio. Com. Tak kurang akal, mereka buka pakai VPN IndonesiaSenin, 13 Agustus 2018Alhamdulillah tadi malam di pertandingan pertama Indonesia menang sepakbola melawan Taiwan dengan skor akhir 4-0.

IMG_20180812_210505.jpg

Siaran langsung Asian Games 2018 selain melalui Indosiar untuk pertandingan Indonesia, bisa juga disaksikan di TVRI untuk pertandingan selain tim Indonesia. Selain itu ada 2 channel khusus Asian Games 2018, bisa dilihat di https://www.vidio.com/live/6287-live-streaming-asian-games-kly dan https://www.vidio.com/@asiangames. Dua channel ini cocok buat yang merasa terganggu dengan komen tidak penting komentator sepakbola yang biasa ada di TV terestial (Indosiar, SCTV dan semacamnya), jadi menonton di 2 channel khusus ini seperti melihat langsung di stadion. Selain melalui laman/website, kita bisa juga menonton di aplikasi Vidio yang bisa di download di Playstore.Adapun jadwal lengkap pertandingan Asian Games 2018 ini sebagai berikut :

Sabtu, 11 Agustus 2018Pertandingan pertama Asian Games 2018 sudah dimainkan Jumat kemarin dengan pertandingan pertama sepakbola antara Hongkong vs Laos yang berakhir 3-1 dan dilanjutkan pertandingan antara Taiwan vs Palestina yang berakhir 0-0. Obor Asian Games sudah sampai Bandung dilanjutkan besok ke Garut.Kamis, 9 Agustus 2018Indonesia menjadi tim terbesar dalam Asian Games 2018. Jika empat tahun lalu, Indonesia mengirimkan 188 atlet, untuk penyelenggaraan yang ke-19 kali ini, akan ada 937 atlet yang bertanding di 40 cabang olah raga. Bila ditambah manajer, tenaga pendukung, dan pelatih, total kontingen Indonesia adalah 1.303 orang.Dari 36 cabang olah raga yang akan diikuti oleh Indonesia di Asian Games 2018, berdasarkan analisis Deputi IV Kemenpora, ada 10 cabang olah raga andalan yang akan menjadi tumpuan Indonesia untuk mendulang medali emas. Sepuluh cabang olah raga tersebut yakni paralayang, jet ski, bridge, pencak silat, dayung, bulutangkis, wushu, angkat besi, panjat tebing, dan taekwondo.

Indonesia mematok bisa meraih 12 medali emas. Empat tahun lalu, Indonesia finis di posisi 17 dengan 2 medali emas.

Grup A

10 Agustus 2018
Laos vs Hongkong
Palestina vs Taiwan

12 Agustus 2018
Palestina vs Laos
Taiwan vs Indonesia

15 Agustus 2018
Hong Kong vs Taiwan
Indonesia vs Palestina

17 Agustus 2018
Hongkong vs Palestina
Laos vs Indonesia

20 Agustus 2018
Taiwan vs Laos
Indonesia vs Hong Kong

Grup B

14 Agustus
Uzbekistan vs Banglades
Thailand vs Qatar

16 Agustus
Banglades vs Thailand
Qatar vs Uzbekistan

19 Agustus
Banglades vs Qatar
Thailand vs Uzbekkistan

Grup C

14 Agustus
China vs Timor Leste
UEA vs Suriah

16 Agustus
Timor Leste vs UEA
Suriah vs China

19 Agustus
Timor Leste vs Suriah
UEA vs China

Grup D

14 Agustus
Vietnam vs Pakistan
Jepang vs Nepal

16 Agustus
Pakistan vs Jepang
Nepal vs Vietnam

19 Agustus
Pakistan vs Nepal
Japan vs Vietnam

Grup E

15 Agustus
Kirgistan vs Malaysia
Korea Selatan vs Bahrain

17 Agustus
Bahrain vs Kirgistan
Malaysia vs Korea Selatan

20 Agustus
Malaysia vs Bahrain
Korea Selatan vs Kirgistan

Grup F

15 Agustus
Arab Saudi vs Iran
Korea Utara vs Myanmar

17 Agustus
Iran vs Korea Utara
Myanmar vs Arab Saudi

20 Agustus
Iran vs Myanmar
Korea Utara vs Arab Saudi

Rabu, 8 Agustus 2018

Akhirnya dengan sedikit kerumitan, saya menemukan jadwal pertandingan Asian Games 2018 di http://www.kiostix.com/id/AsianGames2018. Di situ ada timetable yang menunjukkan pertandingan pertama yaitu Sepak Bola Pria Grup A akan berlangsung hari Jumat ini, 10 Agustus 2018 di stadion Patriot Bekasi, antara Laos vs Hongkong (jam 4 sore) dan Palestina vs Taiwan (jam 7 petang), harga tiketnya mulai 75 ribu untuk kategori B yang posisi penonton ada di belakang gawang. Untuk kategori A-samping lapangan 300 ribu dan VIP 500 ribu.

Timnas Indonesia akan main hari Minggu, 12 Agustus 18 melawan Taiwan, Rabu 15 Agustus 18 melawan Palestina, Jumat 17 Agustus 18 melawan Laos, dan Senin 20 Agustus 18 melawan Hongkong.

Ada banyak pertandingan yang bisa dipilih dan dibeli tiketnya di http://www.kiostix.com. Untuk nasabah Bank Mandiri, BNI, dan BRI ada bermacam penawaran diskon tiket nonton, yang link masing-masing ada di kalimat tadi. Tadi saya sudah coba membeli 2 tiket penyisihan Sepak Bola Pria @75 ribu, total 150 ribu. Bayar pakai kartu kredit Mandiri dan memasukkan kode voucher MANDIRIFBL dapat diskon 73%,hanya tersedia 45 tiket, total tiket menjadi 48500 (tiket 40500, admin fee 8000). Hemat 101500. Sangat lumayan.

Selasa, 7 Agustus 2018

Berikut daftar kekurangan yang terlihat sampai hari ini

1. Laman http://www.asiangames2018.id kurang informatif, minim informasi yang diperlukan oleh supporter, misalnya jadwal pertandingan dalam bentuk tabel, informasi akomodasi terdekat, transportasi umum ke stadion

2.Belum ada aplikasi Android /IOS untuk Asian Games 2018 ini, masih kalah dengan Sea Games 2017 Kuala Lumpur dan Olimpiade 2016 Rio yang jauh hari sudah menyiapkannya.—> ternyata sudah ada, namun kurang terlihat di playstore

3.Tidak adanya koin peringatan Asian Games 2018, padahal selevel Sea Games 2017 saja mereka bikin koin emas bekerja sama dengan swasta.

4.Belum jelasnya official song Asian Games 2018, di radio suka-suka yang putar lagu.

5.Baru terlihat beberapa sponsor yang getol mengeluarkan produk bertema Asian Games 2018, misal Indomie, Indomilk, Alfamart, Aqua. Lainnya masih adem ayem. Bahkan di majalah Garuda bulan Agustus 2018 ini juga tidak ada bahasannya, meskipun bukan sponsor (Qatar Airways malah yang jadi sponsor) , apa pantas diam-diam aja, padahal besar kemungkinan dapat rezeki dari mengangkut penonton Asian Games 2018 baik dari dalam maupun luar negeri.

Itu baru untuk dunia maya. Di dunia nyata, masih banyak pihak yang saling menyalahkan, kenapa pasang bendera negara peserta pakai bambu, kenapa yang melukis gambar Asian Games di tempat umum bukan seniman, malah pasukan kuning. Dan seterusnya dan seterusnya.

Sebagai penonton berharap semoga dalam waktu singkat semua kekurangan dapat dibenahi, semoga setelah selesai pendaftaran capres/cawapres tanggal 10 Agustus nanti, semua pihak terutama yang mengemban amanah rakyat, fokus menyukseskan gelaran olahraga terbesar di Asia ini. Amin.

Brosis, check out what I found on AliExpress http://s.click.aliexpress.com/e/IuOXjRK?fromSns=WordPress. New users can get a US $4 coupon!

Iklan