Tag

, , , , ,

Entah kebetulan atau Kemendikbud terinspirasi dengan film Hindi Medium, namun yang terjadi dalam penerimaan siswa baru tahun 2018 ini mirip dengan yang ada di film, misalnya zonasi, surat keterangan miskin, wawancara orang tua dan sebagainya.

Film yang dirilis tahun 2017 ini (https://indoxx1.com/movie/hindi-medium-2017-subtitle-indonesia-9sai/play) berkisah tentang Raj (diperankan Irfan Khan) dan istrinya pindah dari daerah sekitar pasar ke daerah elit dimana masuk zonasi sekolah favorit untuk TK anaknya. Segala cara dia lakukan untuk membahagiakan istrinya yang khawatir akan masa depan putrinya jika tidak sekolah di sekolah terbaik. Ternyata usaha ini gagal, anak mereka tidak diterima.

Kemudian melakukan pemalsuan data dari pengusaha sukses di Delhi menjadi buruh dan tinggal di pemukiman kumuh untuk mengisi kuota 25% orang miskin di sekolah tersebut. Namun Raj Sadar bahwa dia melakukan perampasan hak orang lain. Film sepanjang 2 jam ini sangat menarik dan banyak humor lucu bagaimana pedagang sukses tradisional yang lugu harus menyesuaikan dengan lingkungan akademis dan kebarat-baratan.

Secara garis besar film ini berkisah tentang orang tua yang melakukan apapun agar anaknya diterima di sekolah yang benar/favorit. Layak ditonton. Film ini menampilkan kawasan pasar Chowk bazaar dekat masjid Delhi yang sangat ramai dengan aktivitas perdagangan, kawasan elit dan kawasan kumuh Bharat Nagar. Warna warni yang ditampilkannya cukup menarik. Beda dengan sekolah negeri di Indonesia yang menjadi rebutan, di India (di film ini) malah sekolah swasta yang jadi rebutan.

Iklan