Tag

, , , ,

Allahumma salimni li romadhona wa salim romadhana li wa salimhu minni mutaqoballa.

“Ya Allah, antarkanlah aku hingga sampai Ramadhan, dan antarkanlah Ramadhan kepadaku, dan terimalah amal-amalku di bulan Ramadhan.” (Lathaif Al-Ma’arif, hlm. 264)

Empat amalan utama yang mengoptimalkan ibadah puasa (menjadi manusia yang dirindukan surga)

  • Membaca Alqur’an
  • Menghindari perkataan kotor/keji
  • Memberikan buka puasa
  • Qiyamul lail, berupa sholat tarawih dan witir

Khutbah Jum’at : 18/5/18. Mandi hari Jumat adalah wajib untuk laki-laki. Jika tidak, sholat Jumat nya tetap sah. Sebaiknya mandi sebelum berangkat ke masjid, atau jika tidak memungkinkan misalnya di kantor tidak tersedia kamar mandi yang layak, mandi pagi setelah subuh sebelum berangkat kerja menggugurkan kewajiban mandi ini.

Ceramah tarawih malam ke 11, Sabtu 26 Mei 2018 bercerita tentang perbedaan kecerdasan manusia memaknai suatu perintah/nasehat. Dikisahkan ada seorang istri yang suaminya meninggal dunia dan ditinggali 3 anak laki-laki yang sudah beranjak dewasa, dan harta yang dibagikan ke anak-anak mereka untuk bekal merantau dengan membuka toko, dan diberi pesan untuk kembali setelah 2 tahun. Setelah 2 tahun berlalu ketiga anak laki-laki itu menjenguk ibunya. Anak yang pertama dalam keadaan miskin, ketika ditanya ibunya “kenapa bisa begini?” ” jawabnya karena nasehat ibu yang tidak membolehkanku kena sinar matahari dalam bekerja, saya berjualan di dalam ruangan namun tidak ada yang datang membeli. Anak kedua datang dalam keadaan bangkrut, alasannya sama, dia mengikuti nasehat ibunya agar tidak menagih hutang, jadi selama ini tokonya laku tapi kebanyakan dihutang oleh pembeli, karena tidak ditagih lama-lama modal habis. Dan akhirnya datang anak ketiga datang dalam keadaan kaya sejahtera, ibunya bertanya “apa yang engkau lakukan anakku sehingga keadaanmu berbeda dengan abang-abang mu?” Dijawab “saya mengikuti nasehat ibu, yang pertama supaya tidak kena panas matahari, saya sudah di toko setelah subuh dan pulang ke rumah setelah maghrib, kemudian saya tidak pernah menagih hutang karena semua pembelian saya wajibkan bayar tunai, tidak terima kasbon”. Dari sini terlihat bahwa orang yang satu ayah satu ibu bisa berbeda dalam memahami suatu perintah/nasehat, yang akhirnya berpengaruh kepada hasil yang diperoleh. Semoga kita diberikan kecerdasan dalam memahami suatu perintah/nasehat, agar tidak menjadi orang yang merugi. Amin.

Khutbah tarawih malam ke 23 Ramadan 1439 H, Kamis 7 Juni 2018 membahas turunnya ayat “Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai.” (Ali Imran: 92), yang ditanggapi oleh saudagar kurma terkaya di Madinah dengan menghadap nabi Muhammad SAW, bahwa dia akan memberikan kebun kurma terbaik yang dia punya kepada nabi. Nabi menjawab “wah,wah,wah (bhs Indonesia), terimakasih atas kebaikanmu, apakah engkau punya saudara yang kekurangan?” Sang saudagar menjawab “ada beberapa keluargaku yang kekurangan”, maka nabi Muhammad SAW berkata “Aku terima sedekahmu, dan aku minta kepadamu untuk membagikan semua kepada keluargamu yang kekurangan”. Sebuah teladan dari nabi Muhammad SAW yang mulia, bahwa memberikan sedekah kepada keluarga terdekat yang kekurangan lebih utama. Ini juga memberi arti keberadaan kita dalam keluarga. Hal ini juga sejalan dengan pernyataan bahwa di harta kita ada hak saudara kita. Barakallah.

Iklan