Tag

, , , , , , , , , , , ,

Dalam minggu-minggu ini adalah saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia turun dan Rupiah melemah dimana IHSG sempat -13,78% ke 5774 (8/5/18) dari posisi tertinggi 6689 (19/2/18) dan Rupiah sempat jatuh ke 14.074/USD (9/5/18), -3,44% dari kurs awal 2018. Cadangan devisa negara juga turun dari 131,98 miliar USD (Jan18) jadi 124,9 miliar USD (Apr18) karena untuk menjaga stabilitas Rupiah.

Lalu apa investasi yang cocok selama kondisi ini ? (Disclaimer:pengalaman pribadi, tanggung jawab masing-masing πŸ˜€)

1. Emas

Harga emas sebenarnya turun dalam USD, yaitu 1318 USD/troy ounce (31 gram) pada 29 Desember 2017, menjadi 1306 USD/troy ounce pada 9 Mei 2018. Tapi dalam Rupiah meningkat menjadi 595.000/gram, seiring turunnya kurs Rupiah dari 13.600 menjadi 14.000 terhadap USD. Demikian juga dibandingkan dengan posisi tahun 2011 (7 tahu lalu) emas sempat mencapai 1800 USD/troy ounce, namun karena USD waktu itu cuma 9.000 Rupiah, maka emas cuma 522.000 gram. Di sini terlihat bahwa emas terus meningkat terhadap Rupiah, tetapi belum tentu terhadap USD.

emas antam

Investasi emas tidak membuat orang tiba-tiba kaya, kecuali kondisi negara gonjang-ganjing. Namun dapat menjaga kekayaan orang supaya tidak tergerus inflasi. Ingat cerita harga kambing kurban zaman nabi Muhammad SAW 1 dinar (4.25 gram) setara 2,6 juta Rupiah sekarang. Kalau harga kambing kurban 3 bulan depan kurang dari itu, berarti masih dibawah harga wajar. Tahun 2011 pernah ikut kurban lewat dompet dhuafa, masih ada paket seharga 950 ribu/ekor kambing kurban kecil, masih jauh dibawah kurs dinar waktu itu = 2,2 juta. Namun ada juga yang jual kambing besar etawa seharga itu. Perlahan dari tahun ke tahun harga kambing naik sampai setara 1 dinar. Jadi emas naik dulu, harga baru mengikuti. Emas tidak membuat kaya, tapi mencegah resiko ketidak mampuan mata uang tergerus inflasi/berkurangnya daya beli.

dinar antam

Emas yang paling bagus untuk investasi di Indonesia adalah emas Antam yang sudah bersertifikat LBMA (London Bullion Metal Association), satu satunya di Asia Tenggara yang sudah bersertifikat itu. Kekurangannya perlu modal yang banyak untuk dapat harga per gram termurah, misal 100 gram harga per grammya 600 ribu, sedangkan yang 1 gram harganya per gramnya 660 ribu. Kenapa begitu?karena berat atau ringan emas Antam, ongkos cetaknya sama. Makin banyak gramnya, makin banyak pembaginya, sehingga makin murah.

Kalau uang belum cukup, sementara ingin investasi emas, buka akun di Bukalapak dan beli melalui fitur Bukaemas yang sudah pernah saya bahas sebelumnya. Karena mulai 3 ribu Rupiah (0,005 gram) sudah bisa berinvestasi emas.

2. Reksadana

Adalah kumpulan dana orang-orang, yang dikelola manajer investasi, ada biaya pengelolaan sebesar 1% per tahun dari total dana kelolaan, baik reksadana itu untung maupun rugi. Untuk itu sebaiknya pilih manajer investasi yang handal supaya tidak rugi. Dapat dibeli melalui bank, perusahaan manajemen investasi atau bisa via online. Untuk yang online dapat buka akun di Bukalapak dengan produknya Bukareksa mulai 100 ribu Rupiah, atau buka akun di Tokopedia dengan produknya Tokopedia reksadana mulai 10 ribu Rupiah.

3. Obligasi

Ini adalah surat hutang negara ataupun swasta, dimana pemberi hutang dapat bukti piutang, kupon dan pokok dikembalikan saat jatuh tempo. Yang terbaru dan sedang di promosikan adalah SBR003, kuponnya sebesar 6,8%/tahun sebelum pajak atau bersih setara 5,78%, dimana dengan uangΒ  1 juta Rupiah kita sudah dapat berinvestasi.

4. Deposito

Ini cara paling kuno dan produk paling lama yang ada di bank setelah tabungan. Tapi juga paling pasti. Kalau di Indonesia deposito dijamin oleh lembaga penjamin simpanan (LPS) hingga 2 milyar Rupiah/rekening, asalkan bunga/bagi hasil yang diberikan tidak melebihi suku bunga Bank Indonesia (SBI). Caranya mudah, datang saja ke bank, bilang mau buka deposito, tunjukkan KTP, sebaiknya punya tabungan biasa untuk menampung dana saat cair. Namun kini buka deposito sudah bisa online melalui internet banking. Yang sudah pernah saya coba di

  • Mandiri, minimal 1 juta, jangka waktu 1,3,6,12 bulan, bunga paling kecil, bisa non ARO (automatic roll over) saat jatuh tempo uang dan bunga langsung masuk rekening.
  • BNI, minimal 8 juta, jangka waktu 1,3,6,12 bulan, bunga sama atau sedikit lebih tinggi dari Mandiri, tidak bisa non ARO artinya hanya bisa dicairkan saat hari H jatuh tempo (melalui permohonan di internet banking itu juga) kalau sehari sebelum atau sesudah tanggal jatuh tempo akan kena denda 0,5% dari pokok.
  • CIMB Niaga, minimal 8 juta, jangka waktu 1,3,6,12 bulan, ada pilihan syariah atau konvensional, bunga/bagi hasil lebih tinggi dari Mandiri dan BNI dan yang syariah biasanya lebih tinggi hasilnya dari yang konvensional, ada fasilitas non ARO.
  • Sinarmas melalui aplikasi Simobiplus, mulai 500 ribu, jangka waktu 1 bulan, bunga 7% (diatas jaminan LPS), sebenarnya cukup riskan, disebutkan di depan berapa bunga yang di dapat, ada fasilitas non ARO.
  • tampilan pembukaan deposito di aplikasi simobiplus

  • Commonwealth, minimal 10 juta, 1,3,6,12 bulan, bunga mirip Mandiri, ada fasilitas non ARO.

Untuk lainnya masih manual, harus datang ke customer service (BCA, BRI, Muamalat).

5. Properti

Ini investasi yang paling besar modalnya, karena untuk rumah subsidi saja paling murah 165 juta Rupiah. Sebaiknya untuk ditempati, karena jika hanya untuk investasi, saat ini banyak properti kosong tanpa penyewa. Dulu orang tidak dibatasi punya berapa rumah, sehingga ada seorang teman punya sampai 10 rumah, karena tidak semua tersewa/terjual ada rumah yang lapuk dan dijual tanah saja. Bukan menakut-nakuti, sebelum beli, pastikan ditempati, lokasi yang strategis dengan fasilitas yang memadai yang kemungkinan akan ramai, dan tidak lupa segmen calon penyewa/pembeli rumah bekas/seken nanti. Kalau dikatakan untung berlipat-lipat itu mungkin karena unsur spekulasi atau suatu kondisi yang luar biasa, kalau harga jual normal/wajar mungkin bisa berlipat 2-3x dalam 9 tahun yang sebenarnya menyesuaikan dengan inflasi harga rumah dan suku bunga sekitar 10% per tahun. Kalau rumah yang terjual itu bekas kita tempati anggap saja untung menempati, karena uang penjualan yang kita dapat kini hanya bisa buat beli rumah yang setipe atau sedikit diatasnya. Jangan tergiur dengan iklan properti, kecuali anda menganggap beli rumah seperti membeli kacang goreng.😁. Ada teman TKI (insinyur di luar negeri) yang gajinya sebulan lebih gede dari harga cash apartemen/rumah di Indonesia, hampir setiap ada launching apartemen dia beli unit, sampai akhirnya dia berhenti karena tidak ada yang sewa. Over supply kurang demand.

6.Saham

Bagi pengikut contrarian (berlawanan dengan tren), saat ini saat yang tepat buat beli saham yang fundamental nya bagus namun salah harga (terlalu murah), saham apa saja?, bisa baca di koran bisnis misalnya http://www.kontan.co.id atau http://www.bisnis.com. orang terkaya dalam investasi saham Warren Buffet pernah berpesan “belilah saat orang lain takut beli, takutlah saat orang lain rakus beli”

7.Valuta Asing

Sebaiknya beli mata uang fisik (paper). Buat jaga-jaga kalau ada keperluan yang sudah direncanakan. Misal kalau mau umroh/haji, sebaiknya mulai cicil beli Riyal Saudi, kalau mau ke Malaysia cicil Ringgit, kalau ke negara lainnya cicil dengan USD/Yen/SGD/Euro/Yuan dll. Sesuaikan keperluan.

Iklan