Tag

, , , , , , , ,

Karena sudah malam dan ada acara ke Bekasi besoknya, kami terpaksa mencari penginapan sekitar bandara Soekarno Hatta Cengkareng.

Pencarian seminggu sebelum tiba, untuk mengantisipasi kehabisan kamar. Kali ini coba mencari di Agoda, yang kadang bisa menemukan hotel murah yang tak ditemukan di aplikasi pemesanan hotel yang lain. Kami temukan hotel Dengan Green Aeropolis ini dengan harga 229 ribu termasuk sarapan dengan menggunakan kartu kredit BNI.

Rencana setiba dan setelah mengambil bagasi, kami naik free shuttle yang tersedia dari jam 5 pagi sampai 9 malam, tiap 2 jam sekali. Berhubung pesawat Lion yang kami tumpangi delay 1,5 jam maka pukul 11 malam baru keluar terminal 1A. Order Grab tarif ke hotel sekitar 71 ribu, demikian juga Gocar. Tapi dua-duanya tidak ada yang ambil. Akhirnya ke counter taksi ekspress yang ada di sebelah kanan. Kalau di peta kelihatan dekat, seperti nempel bandara. Aktualnya sangat jauh, sekitar 17 km melalui jalan permeter sebelah Utara, tarif argo menunjukan 66 ribu Rupiah, itupun sudah kelewatan belok pas di Aeropolis, kalau tidak kelewatan mungkin argonya 61 ribu. Perjalanan melalui gedung pusat Lion Air, Sriwijaya Air dan Air Asia Indonesia. Meski sudah hampir jam 12 malam, warung-warung tampak masih buka, mungkin melayani para pekerja bandara yang bekerja hingga larut malam.

Lokasi De Green ada di tower B, yang bisa diakses melalui tower A. Cara check in nya mudah, cukup tunjukkan KTP dan isi formulir dengan nama, no handphone dan tanda tangan. Di meja resepsionis juga ada informasi tarif go show 250 ribu, dengan resiko tidak kebagian kamar karena sering full booked. Selain itu ada juga Airy Room dan Zen Room. Tampaknya mereka juga listing/jualan di sana.

Setelah dapat kunci, kami amati bangunannya serupa apartemen bertingkat rendah, kurang dari 10 lantai, karena dibawah dengan jalur penerbangan. Kamarnya kecil tapi isinya lengkap. Kecil seukuran double bed + jalur kiri, kanan, bawah untuk 1 orang. Dindingnya bergambar Tanah Lot Bali. Ada TV siaran lokal, AC, pembuat teh dan kopi, kamar mandi dalam. Sepadan dengan harganya. Karena sudah lelah kami tertidur lelap sampai 5 jam kemudian.

kamar de green

kamar hote;

sarapan de green

sarapan nasi goreng udang

pemandangan luar

tampak luar hotel de green

lukisan dinding

gambar di dinding kamar

resepsionis

resepsionis

tarif dan jadwal shuttle

tarif kamar dan jadwal free shuttle

tower b de green

terletak di tower B, bisa diakses dari tower A dimana drop off taksi berada

Setelah subuh, saat mandi, saya coba showernya sangat kencang dan melimpah airnya. Segar sekali rasanya. Usai mandi, kami ke resepsionis untuk sarapan, ternyata sarapan sudah siap berupa nasi kotak berlogo Warung Kito (mungkin orang Palembang atau Padang yang punya). Isinya nasi goreng udang, krupuk dan air putih. Meski sederhana rasanya enak.

Jam 8.45 kami check out dan menunggu free shuttle yang jam 9 pagi. Shuttle berangkat on time. Ternyata shuttle berupa mobil Toyota Avanza, yang maksimal bisa angkut 7 orang. Mungkin tak banyak tamu yang naik shuttle, karena banyak juga yang saya lihat bawa kendaraan sendiri, banyak juga yang long stay di sana, terlihat beberapa orang bawa baju kotor ke laundry di gedung sebelah.

Secara keseluruhan OK menginap di sini. Yang penting tidak over ekspektasi. Tips kalau mau lebih hemat, gunakan free shuttle ke/dari hotel ini. Tarif 229 ribu Rupiah per malam menurut saya adalah harga yang pas untuk hotel ini.

Iklan