Tag

, , , , , , ,

Di hari batik ini, ada keriuhan penumpang Lion Air di beberapa kota keberangkatan akibat keterlambatan, terutama dari Jakarta. Cukup memusingkan buat yang mengawali kerja. Di Banjarmasin pun ada beberapa penerbangan pagi yang baru berangkat tengah hari,  dan ada pula yang tidak dapat kejelasan kapan berangkat.  Yang jelas,  tampak penumpang ini hilir mudik ambil makanan minuman kompensasi Keterlambatan ini.

Untuk Batik Air sendiri tampaknya diprioritaskan oleh Lion Group, delay hanya 20 menit saja. Sembari menunggu,  di bandara Syamsuddin Noor ini banyak komputer layar sentuh untuk mengakses Internet secara gratis, sinyal wifi gratis juga ada. Ada Coffee Bean yang kasih diskon 50% di hari Senin dan 10% di hari lain untuk semua produk dengan menggunakan TCash Telkomsel.  Tidak terlalu membosankan menunggu di sini.

Proses boarding cepat, tampak berjejer Citilink, Lion, Garuda Indonesia Airbus 330 yang mengantar pulang jamaah haji,  lalu di ujung ada Batik Air. Masuk pesawat disambut pramugari Batik Air dengan ramah, mungkin karena produk premium Lion Group,  sehingga lebih spesial. Kursi kulit imitasi,  ada audio video tanpa headset (siapkan sendiri),  dan hidangan nya adalah 2 roti : roti ayam dan muffin coklat. Minum nya air putih, dan teh/kopi. Lumayan, tapi tak selengkap Garuda Indonesia baik makanan maupun hiburannya. Sangat mirip dengan Malindo. Semua fasilitas tersebut membuat penerbangan terasa lebih singkat.

saudara nya batik air.jpg

lion air sedang siap take off

audio video batik air.jpg

hiburan di batik air

space kaki batik air.jpg

ruang kaki yang cukup lebar

minuman batik air.jpg

kebanyakan air putih, kopi/teh tidak diberikan jika tidak di minta

makanan batik air.jpg

makanan di batik air

Saat turun tangga tidak ada yang mengarahkan dan tidak ada bus penjemput,  sehingga sebagian tersesat salah masuk terminal. Overal kualitasnya sangat kurang di sini. Nilai plus perjalanan bersama Batik Air hari ini : mendekati on time, semi full service, peramah pramugarinya, nilai minus : layanan seadanya, tidak ada pengarah waktu turun pesawat.

Urutan kualitas layanan versi saya hari ini : 1.Garuda Indonesia,  2.Air Asia, 3. Sriwijaya, 4.Citilink, 5.Batik/Malindo, 6.Lion Air.

Kesimpulan : kualitas layanan Batik Air masih jauh di bawah Garuda Indonesia atau maskapai berbintang lainnya,  lebih mirip Malindo/Batik Malaysia yang satu grup dengan mereka.  Dan di  hari batik nasional tidak ada acara/layanan yang spesial di Batik Air.

Selasa, 11 September 2018 : Tahun baru Muharam 1440 H

Kali ini saudara saya berbagi pengalaman terbang menggunakan Batik Air dari Tarakan ke Jakarta Cengkareng (TRK-CGK). lama perjalanan 2 jam 25 menit pada pagi hari. Pesawatnya bagus, tepat waktu, meski penumpang nya cuma 19 tapi pelayanan nya tetap optimal. Makanannya enak, minumannya oke, hiburan di pesawatnya bagus-bagus, banyak pilihan. Memuaskan.

Siangnya lanjut dengan Batik Air juga dari Jakarta Cengkareng ke Makassar (CGK-UPG), lama perjalanan 2 jam 15 menit. Hidangannya lengkap seperti dari Tarakan tadi. Ada nasi ayam bumbu rendang, roti dan minum. Hiburan audio video nya juga lengkap. Ada informasi pula di majalahnya bahwa Batik Air menyiapkan menu khusus, diantaranya menu vegetarian dan pizza foccacia untuk rute Singapura, Kuala Lumpur dan Denpasar, bekerjasama dengan Malindo Air. Adapun menu nusantara yang dapat dinikmati antara lain : nasi liwet ayam goreng lengkuas, nasi ayam bumbu cabai hijau, dan nasi goreng jamur dengan ayam panggang. Semua makanan berkualitas/bermutu, aman dan halal. Informasi lainnya jumlah pesawat Batik Air saat ini ada 55 unit dengan umur rata-rata 7 bulan. Wow.

Setelah dari Makassar lanjut ke Ambon (UPG-AMQ), menggunakan Batik Air pula. Lama penerbangan 1 jam 55 menit, tidak ada makanan maupun hiburan. Hanya snack, minuman dan bacaan. Beberapa penerbangan Batik Air memang belum terpasang inflight entertainment, untuk mengalihkan kebosanan baca majalah Batik Air saja.

Iklan