Tag

,

Cukup lama saya tinggal di sini, 11 tahun.  Kota yang aman damai. Fasilitas kotanya lengkap, layaknya kota di Jawa. Orangnya peramah dan sudah lama mendapat predikat kota pelayanan terbaik di Indonesia,  seingat saya tahun 2012 dapat predikat terbaik ke 2 se Indonesia. 

Plus nya adalah untuk pengurusan identitas seperti KTP /KK,  surat kehilangan kepolisian,  semuanya gratis. Pengalaman berbeda waktu bikin di Banjarmasin waktu itu,  waktu bikin surat kehilangan dompet malah diminta sumbangan seikhlasnya. Jika kota lain masih kesulitan blangko e KTP,  tahun 2012 saya sudah mendapatkan e KTP lebih cepat daripada keluarga/kerabat yang ada di Jawa. 

Makanan di sini termasuk stabil,  saat pertama pindah dari Bandung tahun 2004, harga makanan di warung Lamongan 3-5 ribu, sedangkan di Kalimantan sudah 12 ribu. Kemarin saya coba makan nasi padang dan ayam penyèt di Banjarbaru,  ternyata harganya sama2 15 ribu,  sama dengan harga di Bandung. Tampaknya inflasi harga makanan di Bandung lebih tinggi daripada di Banjarbaru. 
Saya rasa hidup di Banjarbaru dengan gaji setara PNS sudah bisa hidup nyaman,  karena harga bahan pangan relatif sama. Sedangkan harga semen di Banjarbaru 53 ribu/sak,  di Jawa 38 ribu/sak. Tempat makan juga enak enak masakannya, karena yang jual masih asli dari kampung halamannya (perantau). 

Jumlah penduduk kota Banjarbaru tahun 2014 adalah 215.440, bisa bertambah atau berkurang karena kelahiran/kematian atau perpindahan orang. 

Iklan