Tag

, , , , , , , , , ,

Meski kami tinggal di kota Bandung, sesekali kami mencoba menikmati hotel yang ada di kota ini. Kota jasa yang menurut pengalaman pribadi kami, dengan keramahan dan pelayanan terbaik di Indonesia.

Kali ini kami menginap di Ibis Trans Studio Bandung. Hotel ini adalah hotel Ibis terbesar di Asia Tenggara, dengan jumlah kamar sebanyak 600 kamar dengan 22 lantai. Berlokasi di kompleks terpadu Trans Studio Bandung jalan Gatot Soebroto. Tarif weekday (Minggu-Kamis) 490 ribu Rupiah, sedangkan weekend (Jumat-Sabtu) 600 ribu Rupiah.

Kami sempat kesulitan parkir di bawah hotel Ibis yang menyatu Trans Luxury. Kelihatannya mobil-mobil valet yang memenuhi parkiran ini. Akhirnya kami menuju parkiran Trans Studio yang sangat besar dan luas. Antara parkir dengan hotel terpisah oleh Trans Studio Mall. Dari parkir ke hotel jalan kaki sekitar 600 meter melalui dalam mall yang gemerlap. Ya, mall terbesar dan termewah di Bandung.

Petunjuk sangat jelas, saat sampai ujung mall yaitu supermarket Transmart, belok kanan, lalu belok kiri keluar mall sampai pelataran hotel. Di sini ada Bazaar produk unggulan Bandung, salah satunya tenant bakso milik artis Irfan Hakim, Makuta-nya Claudia Cintya Bella, teh kotak, susu Ultrajaya dll. Lalu di sebelah kiri ada gapura selamat datang ke Ibis, sedangkan apabila lurus masuk ke Trans Luxury. Dari gapura kita melalui restoran. Suasananya mirip Ibis Bencoolen Singapura yang pernah kami inapi beberapa waktu lalu. Banyak wisatawan domestik dan mancanegara. Proses check in cukup efisien. Saya tinggal tunjukkan bukti booking dan KTP. Lalu deposit 100 ribu. Dan kami dapat kamar di lantai 21. Pemandangan nya bagus, berupa hotel Trans Luxury dan kolam renang berpasir putih. Benar-benar lupa akan kemacetan jalan Soekarno Hatta tadi. Ini hotel Ibis yang dibangun dari awal, bukan hotel bekas yang berganti brand menjadi Ibis, sehingga di sini semuanya terasa Ibis banget. Kawasan terpadu Trans Studio sendiri rapi, seperti negara Singapura. Untuk parkir, setelah check in, di ujung meja ada petugas yang menginput data kendaraan dan kamar ke dalam komputer, serta membubuhkan cap hotel di kertas parkir, sehingga saat keluar parkir tidak perlu bayar.

kolam renang trans luxury hotel

Lift ada 4, sesuai dengan kelompok lantai. Saat masuk kamar, terlihat kamar lebih besar daripada Ibis Bencoolen Singapura dan Slipi Jakarta. Tapi desain sangat mirip. Demikian juga dengan Ibis lain yang logonya berwarna merah. Channel TV nya ada 42, dengan 4 diantaranya inhouse Ibis. Ada safety deposit box, ada kulkas mini, bantal ekstra, telepon, teko dengan kopi,teh dan gula. Air minum botol 600 ml gratis juga tersedia 2 buah. Kamar mandi menggunakan shower mewah merk Grohe, hairdryer, amenities (shampoo, sabun, pasta dan sikat gigi, alat cukur), toilet duduk. Ada juga 2 pasang sandal hotel dan bantal ekstra. Ada 2 colokan listrik, satu dekat meja tulis dan satu dekat kasur. Standar internasional.

Saat makan malam, hotel ini menyediakan makan malam yang terpisah dari biaya kamar, selain itu ada juga layanan 24 jam room service. Saat menuju Trans Studio Mall, kami melalui restoran, lalu di luar juga ada live music dan hidangan, entah acara rutin hotel atau ada yang punya hajat. Beberapa keluarga tampak makan di sini. Dari pintu keluar Ibis ke pintu masuk Trans Studio Mall cuma sekitar 50 meter. Di Trans Studio Mall kami berbelanja di Transmart dan makan malam di es teler 77, yang ada promo paket 17 Agustusan, yakni paket 45 ribu Rupiah yang berisi mie ayam pedas, bakso dan pangsit kuah, es teler. Enak dan mengenyangkan. Di sini cukup 1,5 jam dan jam 9 kami balik ke hotel melalui bazaar. Kami sempat beli Makuta Merah putih, yaitu semacam puff yang diatasnya ada adonan strawberry (merah) dan cheese cake (putih) yang menurut kami terlalu enak, kami potong seiris, lalu kami simpan di kulkas mini, buat makan berikutnya. Saya rasa worth it/sepadan dengan harganya yang 70 ribu Rupiah, karena bisa kami makan beberapa kali/tidak sekaligus habis sekali santap. Haha. Masuk kamar, kami dikejutkan oleh kaca luar hotel yang berubah menjadi cermin, really seperti cermin. Mungkin karena luarnya gelap sehingga saat malam cahaya dari dalam memantul kembali. Kasur yang empuk membuat saya tertidur dari jam 9.15 malam sampai jam 2 pagi.

Internet di kamar sangat 2114 sangat cepat, tanpa buffering. Sampai-sampai saya abaikan siaran TV kabel. Karena dengan data internet yang cepat, fungsi TV kabel bisa digantikan oleh streaming. Keasyikan didepan laptop sampai subuh, dan sesudah sholat Subuh, bebersih, siap-siap untuk sarapan.

Pemandangan pagi sangat indah dilihat dari dekat lantai 21. Jam 6-10 pagi, restoran buka untuk tamu yang sarapan. Kalau yang check out lebih cepat, jam 4-6 ada early breakfast, dan jam 10-12 ada late breakfast. Bedanya mungkin menunya tidak selengkap yang jam 6-10. Untuk kamar kami, paket sudah termasuk sarapan. Kalau yang belum termasuk, jangan khawatir, bayar saja, untuk anak kalau tidak salah 51 ribu Rupiah.pemandangan bandung timur laut dari lantai 21 ibis trans studio

Menu sarapan cukup lengkap. Ada 6 lokasi/island penempatan makanan/minuman. 1.kopi, teh, gula dan mesin kopi/Milo/cappucino Nestle.2. nasi goreng dan pelengkapnya.3. nasi putih, kwetiau dan pelengkapnya. 4. lontong sayur sulung, yang isinya nangka dan jerohan sapi. 5. pastry, croissant, roti dan omelette.6. jus 🍊, 🍋, infussed water, irisan buah 🍍, 🍉, 🍈. Untuk makanannya lumayan,dengan fussionnya,misal nasi goreng kacang tanah. Lontong sayur sulung yang terasa sekali jerohannya. Jus dan buahnya fresh. Adapun croissant dan cappucino Nestle nya adalah juaranya, sedap sekali.

Usai sarapan, mandi, keliling kawasan Trans Studio, menguping ceramah Ahad di masjid Trans Studio, lalu balik lagi melalui lokasi bazaar dan bersiap untuk check out. Proses check out nya sendiri cepat dan mudah. Usai check out kami keluar hotel melalui restoran yang sudah sepi, lalu masuk ke mall dan akhirnya ke parkiran mobil. Saat sampai pos keluar parkir, saya tinggal serahkan slip parkir yang sudah di stempel Ibis kemarin, dan bisa keluar dengan gratis, tidak perlu bayar parkir.

Pengalaman yang berkesan berakhir pekan di Ibis Trans Studio Bandung. Kekurangannya cuma dua, tidak tersedia kolam renang, dan tarifnya hampir setara hotel bintang 4/5 di Bandung seperti Novotel, Grand Panghegar, Aryaduta. Kelebihannya: kualitas bangunan bagus, desain bagus, internet cepat, kamar bersih dan berfungsi semua tidak ada lampu yang rusak, amenities nya lengkap termasuk cukur cambang yang semuanya Made in Indonesia , kopi teh gula dikemas sendiri sesuai nama restorannya-Oopen, airnya segar tidak bau kaporit sehingga bisa direbus di teko untuk bikin minuman, tidak ada bau-bau aneh di kamar, parkir mobil gratis asal sudah didaftarkan ke petugas di meja resepsionis. Keren konsep awal dan perawatan nya. Saya rasa masih pantas sekalipun namanya Ibis dan tarifnya 700 ribu/malam. Cocok untuk tinggal singkat, paling lama seminggu, kalau tinggal lebih lama mungkin lebih nyaman di rumah tapak.

Iklan