Tag

, , , , , , , ,

Sebenarnya tidak lazim orang yang tinggal di Bandung berakhir pekan di Jakarta. Karena pada umumnya saat itu orang Jakarta yang main ke Bandung. Karena banyak yang ke Bandung, akhirnya Bandung macet di akhir pekan, orang Jakarta yang tadinya mau refreshing, malah bertambah penat karena terjebak macet di tol ke arah luar kota, di kota Bandung dan Lembang.

Kami coba arus berlawanan, tetapi menggunakan angkutan umum. Yaitu kereta api Argo Parahyangan jam 6.30 pagi yang tiba di Jakarta jam 10 pagi. Meski kami naik kelas bisnis, tetapi kursi cukup nyaman, bersih, AC sejuk dan terawat, kamar mandi bersih. Petugas pemeriksa tiket juga ramah.

Jam 10 pagi terasa panas di Jakarta. Dari stasiun kami menyeberang melalui jembatan penyeberangan di depan Galeri Nasional. Ada pameran seni instalasi dari tali rafia dan jembatan berkarpet merah yang roboh di tengah kolam dengan “sirip hiu”. Kami mampir untuk foto sejenak di sini. 

Dari sini kami lanjutkan perjalanan ke halte Transjakarta. Berbeda dengan halte Transjakarta yang biasa kami lihat, di sini seperti halte biasa tanpa gate. Sekitar 5 menit menunggu akhirnya bus Tranjakarta jalur 6H datang dan kami naik. Bis nya kecil, dan 2 baris terdepan untuk perempuan. Yang belakang bebas. Petugas terima uang tunai atau kartu debit Flazz BCA. Tarifnya 3500 jauh dekat termasuk kalau transit di halte. Semua penumpang mendapat resi dari kondektur yg keluar dari mesin EDC BCA. Keren, seperti kondektur kereta antar kota di Jepang yang kemana-mana bawa EDC.

Jalanan cukup lengang, kami lewat daerah yang relatif tenang yaitu Tugu Tani, kantor Muhammadiyah, yayasan Kanisius dan kawan sejuk Menteng. Bus ini juga melalui area pertokoan emas Cikini dan stasiun komuter Cikini. Tadinya saya fikir Transjakarta ini lewat daerah macet dan semrawut, ternyata melewati daerah Kuningan dengan gedung tingginya. Dibanding jalur Blok M- Kota, rute ini lebih tenang dan nyaman. Di halte Departemen Kesehatan kami turun, jalan kaki sejauh 750 meter melalui trotoar yang bagus dan lebar menuju Kuningan City. Ada yang unik dekat mall, meski ada tulisan ancaman denda buat PKL yang berjualan di tempat tersebut, nyatanya justru di situ mereka berkumpul. Cukup aneh, apalagi ini kawasan kedutaan besar.

Di sini kami menuju lantai 2 untuk mengambil racepack Jakarta Marathon yang akan berlangsung besok. Saya sih tidak ambil yang marathon, mau yang enteng saja, lari 5 km. Pemesanan tiket sudah saya lakukan sejak Agustus-2 bulan lalu. Ada nomor lain yaitu 10 km, half marathon, dan marathon. Pesertanya tak hanya dalam negeri, tapi juga bule dan pelari dari Afrika. Race pack isinya kaos lari, nomor peserta, BIB (penanda waktu), dan produk sponsor, ada Ponds Men Energy Charger 50 gram, suplemen Enervon Active 4 tablet, Salonpas cream 5 gram & tempel bahu 3 lembar& tempel siku/lutut 2 lembar. Selain itu ada voucher Kenny Rogers 70 ribu dapat 2 paket house favourite set, voucher diskon 50 ribu untuk pembelian minimum 200 ribu di Sushi kiosk, voucher diskon 20% Optik Tunggal, voucher diskon Rp 50 ribu untuk pembelian produk Skin Defence SPF 50 PA++++ di The Body Shop, diskon 25% tiket internasional dan domestik Garuda Indonesia, diskon fisioterapi dari Royal, diskon 20% peralatan olahraga Kettler, diskon 20% sepatu Brooks di http://www.runner.id. Semua voucher berlaku hingga akhir November 2016. Ada yang harus menyerahkan voucher fisik, ada yang cukup pakai kode promo. Ada juga booth buat foto

Jika di lantai 2 pengambilan race pack beserta bonusnya. Maka di lantai 3 ada pameran produk sponsor acara ini. Kami cuma sempat mampir di 2 tempat saja, yaitu Sunpride untuk mencicipi buah potong melon, nanas, semangka dan pisang. Dan ke booth Mandiri untuk Redeem 200 fiesta poin dengan topi/dompet pinggang. Jika poin tidak cukup bisa juga beli kartu emoney 20 ribu dan bayar pakai debit Mandiri, maka bisa pilih topi atau dompet pinggang. Puas banget deh.

Lalu kami makan ke Pepper Lunch yang kuponnya saya beli di Groupon. Enak sekali makanan ala Jepang ini. Saya pesan Beef + mango + lemon tea, sedangkan istri pesan Beef + red Velvet + lemonade. Restoran ini ada sertifikat halal MUI nya. Enak sekali saya rasa. Alhamdulillah. Lalu kami cari mushola yang bersih dan mewah. Namanya executive mushola. Mall Kuningan City adalah mall yang keren. Ini kunjungan kami yang ke dua, 2 tahun lalu mampir saat mengurus visa Australia. Dan sudah banyak kemajuan mall ini. Pas kami pulang melalui jalan di samping mall sedang dibangun bangunan bertingkat yang megah, padahal seingat saya 2 tahun lalu tempat ini adalah perkampungan padat (agak kumuh) tempat kost para pekerja.

 Jalan kaki 900 meter dari Kuningan City ke halte GOR Sumantri cukup membuat kaki pegal, namun melihat bangunan bagus, trotoar lebar, membuat jalan kaki menjadi menyenangkan. Kami naik bus Transjakarta yang menuju Dukuh atas 1 sambung ke halte Dukuh atas 2, ganti bis menuju Harmoni, untuk ganti lagi bis ke Pasar Baru. Ada kekeliruan kami yang belok kiri dan keluar, sehingga untuk masuk lagi kami harus bayar 3500. Harusnya ke kanan, langsung ke penyeberangan ke arah Dukuh atas 2.Sejam perjalanan ini, akhirnya kami tiba di Pasar Baru, yang di luar dugaan kami ternyata mirip jalan Petaling di Kuala Lumpur atau Shinsaibashi di Osaka. Banyak toko yang obral, misal Bata, beli 1 sepatu gratis 1. Matahari, 199 ribu dapat 2 kemeja. Ada juga toko diskon yang tak ada di tempat lain. Penjual makanan yang mulai bermunculan menjelang malam. 

Di sini kami menyeberang melalui jembatan penyeberangan yang menjual handphone, makanan, dll, jalan kaki 100 meter ke hotel Red Planet Pasar Baru jl Samanhudi. Saya rasa Indonesia sudah banyak kemajuan dibandingkan dulu, cuma masalah kesadaran kebersihan yang masih kurang. Oh ya, Red Planet ini dulunya Tune Hotel. Kami pernah menginap tahun 2012. Kala itu semua bayar, kini AC, Wifi yang kencang, TV kabel sudah termasuk paket. Ada sabun cair dan handuk di kamar mandi. Cuma amenity kits lain dijual 17 ribu di meja resepsionis. Souvenir lain juga banyak seperti kaos, boneka, mug. Ada juga aneka snack pabrikan. Kamar tetap bersih dan keren. Kasur empuk bintang 5 harga bintang 1. Worth it.

Makan malam kami pesan melalui aplikasi delivery order Mc Donald, dan ditangani oleh cabang Hayam Wuruk. Lumayan nikmat rasanya.

Minggu pagi kami tidak jadi ikut lari, karena hujan cukup lebat. Kami tunggu jam 10 sampai sekalian check out sambil nonton TV di kamar yang juga meliput Jakarta Marathon yang tadinya mau saya ikuti. Saat check out kami pesan taksi melalui aplikasi Go-Car yang lagi promo diskon 40%. Tarif semula 26 ribu dicoret menjadi 16 ribu untuk jarak hampir 3 km dari Hotel Red Planet ke stasiun Gambir. Drivernya mas mas seumuran yang dari penampilannya mungkin karyawan kantoran yang sambilan saat libur akhir pekan. Mobilnya Daihatsu Xenia. Alhamdulillah kami nyaman, terhindar dari basahnya hujan dan tidak perlu ganti angkutan, karena kalau naik Trans Jakarta harus ganti sekali.

Kami masuk pintu Utara dan mampir di 7-11. Kami makan brunch antara lain nasi jago Chicken curry, nasi goreng+ telur, hot dog Big Bite, minuman buah merk Welch dan bayar pakai TCash. Oleh mbak kasir dikasih tahu ada promo makan gratis Telkomsel dengan menukar 170 poin dengan produk segar senilai 20 ribu. Kami tukar saja dengan kopi premium red velvet dan roti keju. Alhamdulillah nikmat sekali rasanya.

Iklan