Ini adalah museum yang menempati gedung peninggalan De Javasche Bank Belanda, yang juga pernah muncul di mata uang kertas 500 Rupiah era 80-an

Air conditioner yang sejuk menyambut pengunjung. Tiket masuk 5000 untuk umum dan gratis untuk pelajar dan mahasiswa.

Akses masuknya persis di tengah, tak jauh dari pintu keluar halte TransJakarta kota. Aksesnya sangat mudah jika menggunakan kendaraan pribadi, bus Transjakarta maupun kereta commuter.

Ada brosur yang informatif, dari brosur dapat info secara singkat terdiri dari ruang

-theater dan play motion, berisi sejarah masa lalu, dilengkapi audio visual yang modern

-pre-bank Indonesia history room, berisi sejarah perdagangan China dan Eropa ke Nusantara, berikut mata uang yang dibuat pada masa itu.

-history room, berisi sejarah bank Indonesia sejak awal merdeka hingga terakhir tahun 2010

-kidscorner, directory meeting room, governor workroom, BOD meeting room yang letaknya sejajar.

-reflection room, berisi peristiwa penting terkait moneter Indonesia seperti peningkatan kesejahteraan rakyat Indonesia

– monetary gold room, berisi imitasi emas batangan yang ditumpuk di gudang

-numismatic room berisi koleksi mata uang sejak jaman majapahit hingga sekarang, termasuk koleksi uang kertas dan logam dari berbagai negara di dunia.

-dan diujung dekat pintu keluar ada toko souvenir barang berlogo museum Bank Indonesia dengan kualitas baik dan harga yang pantas.

setelah itu masuk ke toilet yang berada di lantai bawah. di bangunan samping ada restoran. tadi saya mencoba ayam bumbu bali dan fruitttea, totalnya 35 ribu, sudah termasuk pajak dan pelayanan. Rasanya lumayan enak seperti makan di Bali.

Secara audio visual dan penampilan mungkin ini museum terbaik di Indonesia, minimal dari yang pernah saya kunjungi.

 

Iklan