Tag

, , , , , , ,

Ini ke empat kalinya kami ke Tanah Abang. Makin sering, makin paham cara terbaik dan termudah ke sana.
Berhubung tak kebagian tiket kereta Senin pagi, kami akhirnya memilih pakai Daytrans dimana untuk weekend tarifnya 87 ribu jika dibeli di elevenia atau 115 ribu kalau langsung di counter.
Daytrans berangkat jam 5 sore dari Dipatiukur Bandung. Berhubung hari Minggu, jalur ke arah Jakarta sangat padat. Jika biasanya perjalanan ke Jakarta dapat ditempuh 3 jam, kali ini 4,5 jam. Jam 9.30 malam baru sampai Thamrin City.
Untuk penginapan kami pilih IHome yang ada di Kebon Kacang 1. Hotel ini kami pilih karena dekat,cukup jalan kaki 100 meter ke pasar Tanah Abang. Bersih, meski tak ada sarapan. Untuk ke lokasi bisa jalan kaki 1 km dari Thamrin City. Berhubung sudah malam, kami naik taksi Blue Bird yang di argometer baru 9500.
Kami sampai hotel langsung ke resepsionis, berikan cetakan booking traveloka dan diminta deposit 200 ribu untuk jaminan kunci. Kami kebagian kamar di lantai 6 yang ada dapur bersih dan taman. Di sini pemandangannya gedung2 pencakar langit yang bercahaya terang. Maklum ini Jakarta Pusat.
Dapur ini sekaligus menjadi tempat kongkow para tamu. Yang suaranya terdengar sampai dalam kamar. Berhubung sudah ngantuk, kami sholat, nonton tv sebentar, charge hp dan update software android. Eh, keterusan karena WIFInya cepat, baru jam 2 malam kami tidur.
Paginya jam 6 setelah shalat subuh kami jalan ke pasar Tanah Abang, sarapan bubur ayam parahyangan yang seporsi 7 ribu saja. Lumayan enak. Lalu kami belanja sampai jam 10. Pembayaran 100% menggunakan kartu debit, baik BCA maupun Mandiri. Ada promo hadiah undian dari kedua bank tersebut jika menggunakan kartu mereka.
Kami belanja sampai jam 10. Barang kami kirim pakai logistik saja. Jadi kami bisa lenggang kangkung pulang, tinggal nunggu di Bandung saja.
Jam 10 kami coba naik taksi dengan aplikasi Grab Taxi dari depan 7-11 Wahid Hasyim. Aplikasinya bisa diakses cepat dan akurat. Ada diskon 10 ribu untuk pemesanan kali ini. Cara pakai aplikasi tinggal login, minta dijemput dimana (bisa ketik manual atau pakai GPS lokasi berada) dan ketikkan tujuan, lalu ada taksiran biayanya. Lalu bidding dari sopir taksi terdekat. Oh ya, taksinya adalah taksi resmi yang pakai argometer, tanpa minimum charge.
Pengalaman kami kemarin taksi yang nge bid sudah ke arah Sarinah, lalu balik ke Wahid Hasyim, kami tunggu 15 menit tiba2 cancel karena macet. Wasting time, padahal banyak taksi resmi lain bolak balik. Akhirnya kami setop aja Blue Bird yang lewat. Alhamdulillah, mungkin karena bukan peak season (berangkat/pulang kerja) sehingga mudah saja dapat taksi.
Tarif buka pintu 7500, argo sampai stasiun Gambir 25 ribu. Tambah ongkos parkir stasiun 3 ribu, totalnya 28 ribu.
Di sini kami ketemu mbak2 bawa setumpuk belanjaan dari Tanah Abang yang menuju Madiun. Mungkin logistik ke sana mahal. Sehingga lebih baik bawa naik ke kereta. Berhubung masih 2 jam lagi kereta berangkat, kami eksplorasi dulu stasiun Gambir ini. Selain merk lokal, ada merk terkenal yang sudah lama di situ seperti KFC maupun yang menempati lokasi baru seperti Hoka2 Bento, Kopitiam dan Bakmi GM. Kami tunggu saja sambil makan siang di Hoka2 Bento lantai 2. Di sini ada colokan listrik buat ngisi batere gadget. Sejam di sini, kami jalan lagi melihat di ujung ada hotel transit milik kereta api yang belum bisa dipesan lewat agen. Kelihatannya masih harus go show, karena ketentuannya cukup ketat seperti harus punya tiket kereta.
Dari situ turun ke bawah untuk sholat Dzuhur. Lalu ke kanan melewati cabang bank BNI dan BRI, lalu berhenti di minimarket baru dari Jepang yaitu Family Mart buat beli snack dan air minum.
Setengah jam sebelum berangkat, kami naik ke lantai 3 dimana kereta Argo Parahyangan siap memberangkatkan kami ke Bandung. Jam 12.45 tepat, kereta berangkat. Kondisi kabinnya sangat bagus, maklum eksekutif. Ada video dan penjualan makanan. Jam 15.45 tepat tiba di Bandung. Alhamdulillah.

Iklan