Tag

, , , , , , ,

Akhir pekan kali ini agenda kami ke Jogjakarta melalui Jakarta. Dimulai dari Banjarmasin menggunakan Garuda dengan tiket standar di harga 575rb termasuk airport tax. Penerbangan 1,5 jam ini mendarat di Jakarta tepat jam 8 pagi. Pelayanan tetap prima dengan majalah Colour edisi terbaru, audio video terbaru dan pramugari yg muda-muda dan cekatan. Saking cekatannya bahkan sambil bawa troli makanan sempat menabrak kepala istri yg ambil barang jatuh di lorong. Untung segera minta maaf,dan tiap lewat kembali minta maaf.Lain kali hati2 ya mbak.
Karena bawaan cukup berat kami titipkan barang di penitipan di pintu kedatangan terminal 2F. Petugas bandara dengan senang hati menunjukkan lokasinya yang persis di samping Alfamart. Dua tas yang kami titip ditimbang dulu ternyata masing2 beratnya kurang dari 10 kg,sehingga biayanya masing2 30 ribu rupiah/hari. Lumayan lah tidak terlalu mahal,yang penting gak repot.

2E penitipan tas

penitipan tas di terminal 2E Cengkareng

Tinggal backpack yg berisi barang berharga yang saya angkut. Menuju ke satelit ruang tunggu transportasi umum terminal 2 di ujung. Di sana kami menunggu Bus DAMRI jurusan Blok M. Selain DAMRI ada juga Primajasa, Xtrans, Cipaganti dll yang langsung menuju Bandung. Tidak sampai 10 menit bus sudah tersedia, kami naik dengan tarif 30ribu/orang. Dari sini memutar dulu ke terminal 3 dan lanjut ke terminal 1.Tampaknya tempat ini menjadi start keberangkatan DAMRI. Jalan tol menuju kota Jakarta macet, baru 2 jam berikutnya sampai di perhentian yang menuju Plaza Semanggi. Patokannya tinggal bilang ke kondektur saja kita mau kemana. Jalan kaki 15 menit menuju Plaza Semanggi cukup melelahkan, melewati perkantoran antara lain Mulia, BRI dan menyeberang melalui jembatan halte TransJakarta, lanjut melalui Univ. Atmajaya, lalu baru sampai di Plaza Semanggi. Tampang sangar orang sepanjang jalan cukup membuat rasa tidak nyaman. Semoga mereka bukan orang jahat dan Pemprov DKI Jaya mampu melakukan pembersihan kota ini dari preman.
Plaza Semanggi sudah mulai terasa tua-out of date meski baru 8 tahun umurnya. Disini kami mencairkan kupon American Grill yang kami beli dari Groupon seharga 198 ribu untuk 2 orang. Katanya sih harga aslinya 330 ribu.Disini kami bisa makan pendamping sepuasnya. Ada 4 macam bubur, nasi goreng, aneka gorengan, buah potong, asinan bogor, pecel, buah potong, salad dll sepuasnya sampai perut tidak muat. Sedangkan untuk daging sapi, domba, ikan, udang, cumi dan ayam kami hanya dijatah 2 menu/porsi. Kenyang sih kenyang, tapi soal rasa untuk saya kurang cocok, terlalu plain/hambar,padahal teman2 Jakarta bilang enak. Mungkin beginilah selera Amerika. Maklum belum pernah ke sana sebelumnya. Tempat ini ramai dipenuhi pengunjung yang makan siang, dan rata2 pakai kupon seperti yang kami lakukan.haha. Sayang minum tak termasuk paket, sehingga untuk segelas jus strawberry saja 33ribu. Mahal.

amgrill banner

banner american grill

amgrill nasi goreng

nasi goreng

amgrill bubur

bubur, asinan dan sup

amgrill beef and lamb

beef and lamb

amgrill chicken and shrimp

ayam dan udang

amgrill salad

salad

Sesudah 2 jam di Amgrill kami keliling dulu mall ini sambil mengocok makanan supaya masuk ke lambung. Karena akhir tahun banyak diskon di sana, contoh boxer/celana pendek branded di jual 25 ribu. Tapi berhubung sudah punya banyak stok, kami abaikan saja. Kami agak kebingungan dengan mall ini, mana muka mana belakangnya, yo wis, kami balik saja ke tempat kami masuk tadi. Banyak pengunjung yg antri taksi, kalau ikut antri mungkin baru sejam dapat taksi. Karena tak mau buang waktu kami menuju jalan raya belokan Sudirman dengan Gatot Subroto, dan ternyata banyak sekali taksi yang kosong. Kami naik taksi Ekspress saja kali ini. Untuk ke bandara taksi memutar dulu ke Ritz Carlton dan Pacific Place, tampak Hard Rock Cafe Jakarta sedang ada program akhir tahun juga. Lalu ke jalan tol Slipi depan DPR MPR. Kendaraan padat merayap, namun setelah itu lancar. Akhirnya setelah dekati hotel Best Western Hariston kemacetan kembali terjadi, tak lama setelah itu ada mobil polisi yang kelihatannya terburu-buru.kalau tidak salah ini mobil gegana, dimana ada tabung di belakang. Mobil lain minggir. Pak sopir taksi dengan cerdik mengekor di belakangnya, sehingga ikut melaju dengan cepat. Hahaha… Sampai akhirnya kehilangan jejak. Ketika keluar tol di Cengkareng, kepadatan sudah berkurang, dan kami diantarkan ke terminal 1C dimana ada kios Krispy Kreme tempat kami menukar 2 kupon seharga @42 ribu dengan 2 lusin donat. Tampaknya petugas sudah hapal dengan penukaran kupon ini, sehingga dia tanya “ada lagi kuponnya pak?”.
Dari 1C kami naik shuttle bus gratis menuju terminal 2E untuk mengambil tas di penitipan. Petugasnya tidur ternyata, beda dengan yang tadi pagi. Namun segera bangun ketika saya masuk ruangan dan dengan ramahnya si akang mengambilkan tas.
Dari sini kami keluar, naik ke lantai atas untuk menunggu bus shuttle ke terminal 3. Banyak sekali penumpang di saat hujan deras yang mau naik shuttle, terpaksa kami berdiri. Sesampai di terminal 3 saya langsung ke ruang checkin sementara istri menunggu bagasi di luar. Agak lambat check in kali ini karena rusaknya komputer, jadi dibantu meja sebelahnya. Oh ya, tiket Mandala ini promo diskon penukaran poin Telkomsel 6 bulan lalu, sehingga dengan 420 ribu sudah bisa untuk 2 orang. Plus snack vegetable puff yang saya pesan belakangan totalnya menjadi 444 ribu.
Hujan dahsyat sore itu, kami sholat dulu di mushola. Laki2 dan perempuan terpisah. Istri cerita kalau pas sholat ada pelancong Malaysia yang berbincang dengan kawannya “Krispy Kreme tu enak sekali”.saya nyeletuk”Gak dikasih saja cinta, di negaranya kan belum ada, kasihan kan kalau kepengen?”. Dijawab singkat”Di mushola gak boleh makan cin”. Setelah sholat kami mampir ke Lounge DeGreen menggunakan kartu kredit BNI Hasanah. Lumayan lengkap dan mengenyangkan menunya, dan selalu ada minuman kaleng promosi dalam lemari es, kali ini Tea angin.
Hujan tak henti-henti sehingga pesawat yang harusnya berangkat jam 5.40 sore baru take off jam 7.10 alias delay 1,5 jam. Bahkan ada berita di internet bahwa ada pesawat yang harus balik ke Palembang dan Denpasar karena Jakarta overload. Tempat duduk Mandala lebih lapang daripada Airasia dan Lion, sehingga tak membosankan, apalagi 3 deret kursi hanya terisi oleh kami, sisa 1 kursi dipakai istri untuk selonjoran kaki. Haha. Mengenai vegetable puff lumayan rasanya, kulit renyah isinya sayur dibumbui kari.
Sejam kemudian kami tiba di Yogyakarta dengan hujan yang masih rintik2. Dengan sigap petugas darat memberikan payung satu persatu ke penumpang. Beda sekali dengan saat turun dari Citilink beberapa bulan lalu di Surabaya yang tak diberikan payung, dan parkir jauh dari terminal. Sehingga beberapa ibu-ibu ngamuk tak karuan karena basah kuyup dan riasannya luntur. Tampaknya maskapai Indonesia yang lain harus banyak belajar,jangan cuma rok yang pendek dan robek saja yang diandalkan, tapi ground service juga harus bagus. Mandala saja bisa.
Alhamdulillah, semua lancar dan adik ipar sudah menunggu di bandara, memulai liburan akhir pekan di Yogyakarta yang sempurna.

Iklan