Tag

, , , , , ,

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({
google_ad_client: “ca-pub-5313747047023182”,
enable_page_level_ads: true
});

Sangat banyak penawaran penerbangan dari Jakarta ke Singapura, sehingga tarifnya seringkali lebih murah daripada penerbangan dalam negeri dan entah bagaimana caranya mereka bisa jual semurah ini. Sebut saja Tiger Air, Value Air, Jetstar dari Singapura, dan Mandala Tiger, Lion Air serta Air Asia Indonesia dari Indonesia.

Kali ini penulis bersama adik merasakan murahnya tiket Tiger Mandala yang dibeli saat ada promo di web tiket.com dimana Tiket Jakarta Singapura pergi pulang dihargai Rp 305 ribu. Berangkat menggunakan Tiger Air milik Singapura terbang dari Jakarta pukul 20.00 WIB. Check in di terminal 2 D meja 106 dibuka jam 6 malam setelah Maghrib. Bergantian dengan Qatar Air yang menggunakan tempat tersebut sebelumnya. Di ujung kiri terminal check in 2D ada mushola. Check in singkat dan dilayani dengan baik. Disini hanya perlu bayar airport tax Rp 150 ribu. Bagi yang membawa bagasi lebih baik pesan dulu secara online di website nya mengingat kalau beli langsung di tempat harganya (kalau tak salah dengar) Rp 150 ribu/kg. Sangat mahal. Untuk makan bisa dipesan, tapi Tiger menjualnya sangat mahal yaitu Rp 112 ribu/porsi. Jauh lebih mahal dari Mandala yang menjual Rp 47 ribu dan Air Asia yang Rp 35 ribu untuk menu serupa. Maklum saja ini maskapai Singapura. Karena itu kami makan secukupnya di Mutiara Lounge terminal 2D.

Tepat pukul 22.50 waktu Singapura pesawat mendarat di Changi (www.changiairport.com), kami keluar dari garbarata ruang tunggu-gerbang F di terminal 2. Suasana bandara terbaik di dunia mulai terasa, kami mulai memanfaatkan salah satu fitur yaitu alat pijat kaki dan betis Osim Uphoria. Gratis selama kita mau. Tapi harus tahu diri, karena orang lain juga mau pakai. Kemudian ambil buku panduan (ada yang berbahasa Indonesia), ke kolam koi untuk foto-foto, ambil uang di ATM OCBC menggunakan kartu debit Share Bank Muamalat yang ada logo Visa. 1 Dollar Singapura dihargai Rp 9900 Rupiah. Padahal kurs jual di Bank Mandiri hari itu Rp 9600. lain kali pakai kartu debit Mandiri saja. Setelah ambil uang, saya mampir ke money changer RHB untuk menukarkan Yuan China sisa wisata ke Shenzen bulan Oktober lalu. Kurs nya bagus di sana, hampir sama dengan kurs rata-rata yang ada di website xe.com. Rasanya di Changi lah tempat terbaik tukar valas dari berbagai bandara yang pernah saya kunjungi. Cuma ada 2 money changer RHB dan OCBC dimana di tiap terminal ada 4 counter (2 di dalam dan 2 di luar imigrasi) dengan kurs yang sama persis. Dari situ jalan terus melewati toko yang menjual aneka produk mewah. Semua ditata dengan cantik dan menarik. Mampir di Zona Experience untuk ambil potret dengan bingkai amplop yang bisa dikirim ke email. Gratis. Kali ini foto narsis kukirim ke email istri.hahaha. Jalan lagi melewati kedai makanan dan toko, mampir sebentar di taman ajaib yang ada buket kaca berbentuk bunga raksasa, bunga potong segar dan tanaman pakis untuk foto-foto. Puas foto-foto kami ke praying room untuk sholat. Sebenarnya bisa langsung keluar imigrasi terminal 2 yang posisinya persis dibawahnya, namun karena sudah terlalu malam dan MRT (kereta listrik) sudah berhenti operasi kami lanjutkan jalan ke terminal 1.

changi t2 map_resized

denah terminal 2 changi

Untuk mencapai terminal 1 bisa menggunakan skytrain gratis, kemudian jalan melewati toko-toko yang sudah mulai tutup tepat jam 1 dinihari. Kami mencari Social Tree (pohon sosial) yang berada di ruang terbuka di tengah terminal 1 ini, pohon keren ini bisa menampilkan foto kita yang diambil di stan foto kemudian bisa kita gantungkan di balon udara yang melayang di pohon sosial ini. Bisa juga dikirim via email. Ternyata pas tiba, pohon sosial ini sudah dimatikan. terpaksa kami foto-foto depan patung Spongebob dan kawan-kawannya yang dibelakangnya terdapat aneka bunga, disampingnya ada juga patung kuda troya raksasa yang dilapisi tanaman rambat. Setelah ambil foto kami duduk di sofa dekat kafe The Coffee Bean & Tea Leaf sambil dengar rombongan turis remaja Korea yang tertawa heboh berfoto dengan Spongebob. Lambat laun suara itu hilang seiring adik saya yang mulai tertidur lelap di sofa. Beralih suara instrumental yang menenangkan. Pesawat jumbo raksasa Cathay Pacific tampak mulai take off, Ethiopian dan Eva Air Taiwan tampak parkir. Saya pun tertidur lelap sampai akhirnya jam 3 pagi serombongan tentara Singapura membangunkan kami (baca bagian akhir tulisan Menginap di Changi). lalu kami jalan lagi menuju terminal 3. Kali ini jalan saja mengingat tidak Skytrain terakhir beroperasi jam 2.30 pagi dan jalan lagi mulai jam 5 pagi. Sebelumnya mampir dulu ke toilet yang berada di samping praying room terminal 1.

CHANGI

terminal 3 changi

kami susuri gerbang/gate C10-C26 terminal 1 yang tersambung dengan B5-B10 terminal 3 (Garuda Indonesia dan Lion Air-per Desember2013 ada di sini). Di sini coba lagi foot messager sambil keringkan kaos kaki yang sudah bau asem dengan mode heater, sambil lihat penumpang United Arlines yang baru mendarat. Setengah jam kemudian jalan lagi, karena banyak renovasi, meski terminal terbaru dan kabarnya yang terbaik, tak banyak yang bisa dilihat. Kami sholat Subuh dulu di praying room lalu keluar imigrasi terminal 3. Di sini disarankan oleh petugas imigrasi keturunan India supaya lain kali keluar di imigrasi terminal mendarat. yes bu. Dari sini kami gunakan skytrain untuk check in di terminal 2. Tiger Mandala sudah bisa check in awal mulai jam 4 pagi. Lumayan mengurangi ketegangan mepet check in seperti beberapa bulan lalu. Kami dilayani dengan cepat. Selesai check in kami turun ke stasiun MRT yang di bawah untuk menuju kota. Kami top up dulu kartu EZ-Link sebesar 10 Dollar Singapura.

Perjalanan dari Changi ke Harbour Front (HF) ganti kereta di Tanah Merah dan di Outram Park, ditempuh dalam waktu sekitar 41 menit. Kami tiba di Harbour Front MRT yang terhubung dengan Vivo Mall. Dari sini kami melalui Broadwalk dimana di sebelah kiri tampak tumpukan kontainer dan crane bongkar muat dan di kanan tampak Harbour Front terminal ferry dimana ferry dari Batam Indonesia dan Johor Malaysia datang dan pergi. Jalan ini ada atapnya, ada tanaman merambat, ada tempat duduk di pinggirnya, lantai kayu, ada travelator sehingga meringankan langkah ke Sentosa. Di jam sibuk sebenarnya berbayar 1 Dollar Singapura, namun karena masih pagi pintu/gate nya dibuka lebar dan gratis. Kami duduk dulu di depan ticketing dan ambil foto berlatar tulisan Resort World Sentosa. Di belakang tampak kasino. karena kami ingin foto depan globe Universal Studio Singapore, kami lanjutkan langkah mengikuti petunjuk di sepanjang jalan. Tidak sulit untuk menemukannya. Adik minta foto globe USS dan pegang buku kartun Beny Mice yang berkisah di Singapura. Karena sudah sampai tujuan kami begitu selesai kami balik ke HF dengan MRT Sentosa Express. Jika di jam sibuk berbayar 4 Dollar Singapura, pagi ini gratis. Berbarengan dengan kami rombongan lari dari Tiong Bahru (tertulis di kaos kuningnya). bau keringat. Sesampai HF kami cari MRT untuk menuju ke Raffles Place MRT dimana patung singa Merlion berada. dari HF naik jalur ungu ke Outram Park, ganti MRT jalur hijau arah Changi/Pasir Ris turun di Raffles Place.

USS

di depan bola universal studio singapura dengan komik beni mice

Bersama dengan kami banyak bertemu dengan tenaga kerja kuli bangunan India, Banglades (cowok2) dan TKW Indonesia dan Philipina yang memang diliburkan di hari Minggu. Setiba di Raffles Place kami ikuti petunjuk ke Battery Road dan diujungnya terdapat Hotel Fullerton One (bekas kantor pos besar di restorasi jadi hotel mewah). Di hotel ini ada terowongan menuju lokasi Merlion.

2013-12-03-15-11-26_resized

jalan kaki dari mrt raffles place ke merlion

 Kami sempat takjub dengan penataan yang indah di terowongan ini, suasana seperti dalam hotel meski sekedar terowongan perlintasan. Begitu keluar terowongan kami mencium bau harum kopi yang kuat dari kafe Starbuck, dari situ belok kiri dan tampaklah ratusan turis Indonesia, Malaysia dan Jepang. Paling heboh dan percaya diri tentunya turis Indonesia, seperti di negaranya sendiri. Paling terlihat kalem dan sopan rombongan turis Jepang yang terdiri dari siswa SMA, orang tua siswa dan guru-guru. Meski liburan mereka pakai seragam sekolah yang mana murid perempuan pakai seragam mirip yang dipakai Sailor Moon. Sedang yang laki-laki seperti seragam murid di Indonesia hanya beda warna celana.

MERLION

merlion

Puas foto ibu dan anak Merlion (bapaknya di Sentosa), kami jalan kaki menyusuri  jembatan jalan tol menuju Esplanade yang terhubung ke stasiun City Hall. Jalan jauh naik turun membuat kaki kami pegal-pegal. Dari City Hall MRT kami lanjut kereta jalur hijau ke arah Changi/Pasir Ris. Alhamdulillah tepat jam 10 kami sudah tiba di terminal 2 Changi. Di sini kami makan burger Queen di Burger King. Enak sekali burger dan isiannya, demikian juga minuman soda rasa mangga (dikasih ekstrak buah mangga) yang harum dan segar. Tak ketinggalan kentang goreng porsi jumbo yang mengenyangkan. Penilaian pribadi harga Burger King lebih mahal 50% dibanding menu serupa di Mc Donald, rasa dagingnya juga lebih enak dan asli (tak banyak campurannya). Kesamaannya adalah kedua restoran ini telah memiliki sertifikat halal dari MUIS (Majelis Ugama Islam Singapura). Di sini kami sempat ngobrol dengan bapak2 dan ibu lanjut usia Chinese yang cerita mereka orang Indonesia yang tinggal di Hongkong sejak 1965 karena tidak bisa pulang ke Indonesia (jadi ingat sebuah peristiwa pengkhianatan), kami cuma manggut-manggut saja, antara kasihan, geram dengan apa yang mereka perbuat di masa lalu, sekaligus terpana dengan tampilan mereka yang modis/parlente meski sudah usia sangat tua. Sepertinya mereka sangat bersemangat sharing dan berusaha terus menahan kami yang harus segera check in.

Tepat jam 11.30 siang kami masuk ke dalam bandara melewati imigrasi tanpa hambatan. tambah satu stempel lagi. Kami cari dulu gate E1 dimana penumpang Mandala akan naik nanti pukul 13.25. Sesudah ketemu kami belanja oleh-oleh berupa globe mini, bolpen dan gantungan kunci eksklusif. Karena di toko bergengsi, selain lebih mahal, kualitasnya kelihatan lebih bagus dari yang ada di pasar Bugis ataupun Chinatown. Selesai belanja kami ke money changer RHB untuk tukarkan sisa Dollar Singapura ke mata uang negara tujuan wisata berikutnya. Nyicil uang saku. Kurs nya bagus setara yang di web xe.com. Selesai semua aktivitas kami ke gate E1. Kami nikmati dulu mesin pijat gratis seperti tadi malam dan kemarin. Begitu pukul 12.35 penumpang sudah bisa masuk ke ruang tunggu. Pengecekan di Singapura lebih ketat daripada di Jakarta karena sepatu, jam tangan dan ikat pinggang harus dilepas, laptop pun harus dikeluarkan dari tas. Namun setelah itu bisa dipakai lagi. Botol air minum juga bisa diisi lagi karena ada dispenser yang menyediakan air minum gratis. Bisa juga internetan gratis di 4 komputer meja yang tersedia. tepat pukul 13.05 penumpang mulai dipanggil masuk ke pesawat dengan orang lanjut usia dan ibu hamil dan membawa anak dipersilakan masuk dulu lanjut penumpang lainnya. Karena antrian di Changi sangat panjang pasca hujan, pesawat baru terbang pukul 14.25. Alhamdulillah pukul 15.00 WIB tiba di Jakarta.

MDL MEAL

makan nasi padang di mandala

Berapa total biaya (per orang) jalan-jalan ini ?

1.Tiket Tiger Mandala Jakarta-Singapura Rp 305.000 (pergi pulang)+airport tax Jakarta Rp 150.000 (2013 airport tax belum digabung ke tiket)

2.MRT (3x) sekitar 6 SGD                      ~ Rp   57.000 (Changi-Harbour Front, HF-Raffles Place, City Hall-Changi)

3.Makan siang Burger King 7.5 SGD            ~ Rp   71.250 (Queen beef, mango lassy, french friess)

———————————————————————

Total                                                         Rp 583.250

Iklan