Tag

, , , , , , , , ,

Saudia, atau Saudi Arabia airlines merupakan maskapai pemerintah Arab Saudi yang masuk kategori bintang 4 versi Skytrax, di bawah Garuda Indonesia yang masuk kategori bintang 5. Maskapai ini menerapkan prinsip syariah, mulai cara seragam pramugari, makanan minuman, sampai isi hiburan TV nya, dan di beberapa pesawat tersedia tempat sholat. Sebagai perbandingan maskapai terkemuka Timur Tengah (Qatar, Emirates, Etihad, Oman Air) dan Asia Tenggara (Garuda, Malaysia), meski semua makanannya halal, tapi menyediakan minuman keras/khamr buat penumpangnya. Sedangkan di Saudia tidak menyediakan khamr.

Pengalaman naik Saudia saya rasakan saat umroh lalu, dengan pengalaman sebagai berikut :

  • saat berangkat, kami berangkat dari terminal 2D, dan dilayani oleh subkontraktor/rekanan Saudia di Jakarta, hal yang sama juga kita rasakan di beberapa maskapai asing. seragam mereka merah muda, dan tidak ada syariahnya. Kebrangkatan menggunakan pesawat Boeing 747 dengan 2 tingkat. Pesawat cukup tua dengan hiburan yang minimalis dan masih terpusat, artinya semua tayangan di semua kursi sama saat kita nyalakan. Tempat duduk sempit dengan formasi 3-4-3 dikelas ekonomi, sedangkan juragan biro umroh kami dan orang kaya duduknya di kelas bisnis di depan. Karena penerbangan tambahan, pramugari/a nya orang Eropa timur yang mahal senyumnya, cuma satu yang orang Arab, yang ada di gambar di bawah, dan dia yang pimpin doa perjalanan menggunakan mic. Plus tidak ada duty free, meski ada majalahnya untuk pajangan di kursi. Makanan di kemas pada kotak khusus, diberikan 2 kali, saat baru naik dan saat mau turun. Soal rasa makanan, sangat mirip dengan Garuda dengan minum aqua gelas. Mungkin kateringnya pesan di Garuda. Sedangkan jus, susu dan kopinya brand Arab Saudi sana. Selain itu semua penumpang juga kebagian selimut (dipinjami, tapi ada juga yang bawa turun karena misunderstanding kata bring back (kembalikan) dengan bag(masukkan tas) saat pramugara kasih instruksi, hahaha), dan perlengkapan mandi (pasta/sikat gigi, sisir, kaus kaki, ear plug)
    pramugara saudia

    pramugara satu-satunya yang orang arab

    makanan saudia dari jakarta dalam kotak plastik

    kotak makan saudia

    TV kecil

    TV saudia

    proses naik pesawat

    nunggu penuh

    makanan saudia dari jakarta ke jeddah

    makanan pertama

    makanan saudia kedua dari jakarta ke jeddah

    makanan kedua

    selimut saudia

    selimut saudia

  • saat kepulangan, kondisi pesawatnya lebih bagus, pramugari/a nya lebih ramah. makanannya juga lebih enak. Kami kebagian duduk di bagian atas pesawat Boeing 747 ini, yang berkonfigurasi 3-3. Kursi besar seperti kelas bisnis dan masih ada ruang di samping kursi.
    AVOD saudia

    pulang ke Jakarta

    PIA

    pesawat Pakistan

    lumayan lega

    lumayan lega

    arab yang berdebu

    pemandangan dari pesawat

    masih jadul

    masih jadul

    tangga pesawat boeing 747 saudia

    tangga di dalam pesawat

    ada ruang kosong

    lebih lega, ada ruang kosong di samping kursi

    pramugari saudia

    pramugari saudia

    penunjuk arah kiblat

    arah kiblat

    kabin atas saudia dari jeddah ke jakarta

    formasi 3-3 di atas yang lebih lega daripada 3-4-3 di bawah

    makanan saudia kedua dari jeddah ke jakarta

    makanan di saudia

    makanan saudia dari jeddah ke jakarta

    makanan di saudia

    jarak jeddah jakarta hampir 5000 mil

    4810 miles jarak jeddah ke jakarta

    bacaan saudia

    bacaan di saudia

    toilet saudia

    toilet saudia

    makanan saudia dari jeddah

    makanan di saudia

    pesawat saudia

    inilah pesawat saudia

Iklan