Tag

, , ,

Pertanyaan ini muncul kembali saat galau memikirkan kondisi mobil saya yang tertabrak dari belakang saat tiba-tiba mati mesin, padahal baru servis minggu 6 hari lalu di bengkel resmi. Usaha pencegahan masalah mobil sudah saya lakukan dengan servis rutin sesuai buku panduan, dan sudah hati-hati dalam berkendara, namun baru kali ini kondisi mobil tanpa asuransi kendaraan. Pengalaman 2x membeli mobil baru dari dealer, selalu saya cover dengan asuransi, apalagi mobil pertama yang dicicil 4 tahun mewajibkan cover asuransi. Pengalaman dengan mobil pertama ini, karena baru bisa menyetir-8 tahun lalu, sering nyenggol garasi. biasa lecet-lecet di sekitar body roda depan dan body samping. Paling parah adalah saat menabrak mobil kaleng (bodynya dari logam), maka berantakanlah muka dan bemper depan mobil saya yg terbuat dari fiber. Yang ketabrak kalah gertak sama pelatih saya, cuma bisa ngomel. Karena dicover asuransi, maka hanya perlu keluar 200 ribu untuk penggantian muka dan bemper depan, plus poles body yang baret-baret yang kata tukang servis langganan kalau bayar sendiri menghabiskan 1,5 juta duit tahun 2005. Untung ? gak juga, karena asuransi mobil untuk 4 tahun plus bunga yang diikutkan cicilan mobil menghabiskan sekitar 6 juta rupiah. Coba kalau gak bayar asuransi, saya bisa saving 4,3 juta. Tapi siapa juga yang jamin kalau tidak terjadi resiko (kecelakaan atau hilang) lebih parah lagi.He he

Kembali ke mobil yang baru ketabrak kemarin, karena saya beli dengan cash (nabung dulu baru beli), hanya sempat saya asuransikan dua tahun. tahun pertama bayar 2,5 juta ke asuransi Garda Oto untuk asuransi all risk. Uangnya menguap saja, karena tidak ada klaim. Berikutnya pakai asuransi BCA 2 juta, lumayan kepakai karena lampu belakang kanan pecah ketabrak motor, gara-gara ngerem mendadak, mengikuti mobil depan yang juga ngerem mendadak menghindari orang yang motong jalan. Asuransi ini lebih murah karena tahun umur mobil sudah satu tahun dan premi lagi turun. Ongkos perbaikan dan penggantian lampu sekitar 1 jutaan. Dari 2 asuransi ini habis 4,5 juta dan klaim 1 jutaan. Kepikir pula bisa saving 3,5 juta kalau tanpa asuransi.

Karena itulah memasuki tahun ketiga mikir-mikir, perlu beli asuransi kendaraan tidak ya ?setelah tanya sana-sini dan lihat fakta bahwa ada 8 juta yg bisa saya saving tanpa asuransi maka, sudah lah saya pasrahkan semuanya pada Allah SWT tanpa asuransi kendaraan, toh saya sudah hati-hati dan tak mau uang saya dipakai foya-foya perusahaan asuransi.

Tapi kejadian kemarin mengingatkan bahwa meski sudah hati-hati, sudah melakukan pencegahan dengan servis rutin, kalau sudah takdir tetap celaka juga. Selain material, moril juga sempat shock juga merasakan sundulan mobil dari belakang, melihat body mobil penyok, mobil orang rusak berat (nabrak dan belakangnya ketabrak innova yg ngebut yang kemudian melarikan diri), ketemu polisi (untung polisinya baik-dan menyalahkan mobil dibelakang saya yang dikatakan tidak menjaga jarak), karena kasihan sama yang nabrak, saya malah kasih uang bantuan untuk perbaikan mobil . Kepikir untuk ikut asuransi kendaraan lagi, tapi yang syariah, karena menurut brosurnya, kalau tidak ada klaim, ada uang yang dikembalikan, dan ada dana tabarru yang bisa buat tolong menolong. Artinya uang tidak menguap begitu saja. Saya masih perlu mempelajarinya lagi dan harus menyelesaikan perbaikan body mobil yang penyok ini.

Kesimpulan : masih misteri kenapa tiba-tiba mesin mati padahal kopling gigi 3 dan posisi ON jangan-jangan servis kemarin ada yang belum terpasang sempurna, jangan lupa berdoa sebelum melakukan perjalanan, jangan keasyikan dengan hiburan (musik) yang bisa melalaikan kita untuk ingat kepada-Nya (Allah SWT/Tuhan YME), bagaimanapun kita tidak bisa lepas dari kuasa dan pengawasan-Nya.

Iklan