Iklan

Itinerary Dan Biaya Jalan-Jalan Ke Singapura Dan Malaysia 2019

Tag

, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,


Berikut itinerary dan biaya jalan jalan ke Singapura (transit) dan Malaysia tahun 2019 untuk 2 orang, Rute JOG-SIN-KUL-CGK-JOG. Biaya ini adalah biaya normal termasuk pembelian oleh-oleh dan makanan khas di Malaysia. Itinerary menggunakan aplikasi TripIt sedangkan biaya menggunakan aplikasi Microsoft Excell.

Biaya Jalan Jalan SIN MAS 2019

Iklan

Pengalaman Menginap Di Ibis Adisucipto Yogyakarta

Tag

, , , , , ,


Dalam rangka ulang tahun yang ke sekian, kami menginap di Ibis Adisucipto Yogyakarta. Tak begitu jauh dari rumah di Jalan Gedong kuning Yogyakarta.

Kami sudah pesan jauh hari, bersamaan promo Accor, sehingga dapat diskon 30% menjadi Rp 381.000 termasuk sarapan untuk kamar superior King. Silakan mendaftar anggota Accor kalau ingin mendapatkan promo menginap.

Lokasinya menjadi satu dengan Mercure. Bedanya Mercure ada di depan Ibis ada di belakang. Untuk ke lobi Ibis bisa masuk dari lift Mercure tinggal jalan ke pojok kanan. Parkir kendaraan gratis tanpa karcis.

Pemandangan dari kamar videonya ada di https://youtu.be/HTDNXeXVWzQ

Saya sudah pesan 3 bulan sebelumnya dan kasih tahu kalau mau ulang tahun, minta kamar yang pemandangannya bagus dan tenang. Saat check in dikasih kamar 1134 di lantai paling atas dengan pemandangan kota Yogyakarta bagian selatan. Sekeliling hotel ini adalah komplek kampus IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Mengenai kamarnya terlihat cantik. Ada rangkaian bunga mawar membentuk tulisan happy birthday to you. Surprise. Terimakasih Ibis Adisucipto Yogyakarta. Lalu desain interior nya masih terlihat baru, kotak penyimpanan, 2 botol air minum 600 ml, teko dengan kopi teh gula krimer, TV kabel, AC sentral, kamar mandinya juga cantik warna warni.

Untuk sarapan mulai jam 6-10.30 pagi. Dengan menunjukkan no kamar, karena tidak semua termasuk sarapan. Ada beberapa meja misal bubur dengan 15 topping, lontong sayur&gudeg, bubur kacang hijau, aneka bakery, nugget ikan, sosis, ayam, mie goreng, nasi kebuli, nasi putih, jamu kunyit asam, mesin kopi cappucino, milo, lemon tea, soto betawi. Saya coba cicipi sesendok-sesendok ternyata perut tidak muat karena banyaknya.

Sayang, pas ke sini badan lagi panas meriang, sehingga mentega/butter yang biasanya gurih jadi terasa pahit. Mungkin semua makanan akan lebih enak dan nyaman kalau badan dalam kondisi prima.

Ada juga kolam renang yang dipakai bersama tamu Mercure. Kolam untuk dewasa dan anak anak di lantai 8. Ada kamar mandi dan handuk nya pula. Satu lantai dengan ruang serbaguna terbuka untuk pesta dan makan siang.

Sebelum check out, kami diberi kejutan kue ulang tahunπŸŽ‚πŸŽ‰πŸŽ oleh staf dan manajemen Ibis. Terima kasih Ibis Adisucipto Yogyakarta. πŸ˜€

Bisa mencoba menginap di sini kalau sedang berkunjung ke Yogyakarta.

Pengalaman Naik Pesawat Air Asia

Tag

, , , , , , , , ,


Ini merupakan pengalaman ke sekian kali naik Air Asia, karena selain murah, juga maskapai terbaik dunia untuk low cost carrier. Gelar terbaik ini memang pantas didapat karena programnya selalu menarik, seperti “Big Sale”, “Great Sale”,” Final Call” dll. Semua dilakukan dengan serius tanpa membuat kebingungan calon penumpang. Itu sudah saya rasakan sejak pertama naik Air Asia tahun 2010 lalu. Sementara maskapai nasional sampai sekarang begitu-begitu saja. Lebih memaksakan harga tiket (regulasi) tanpa memikirkan kepuasan konsumen. Bersyukur masih ada Air Asia di Indonesia ini.

Paling nyata adalah manage my booking. Sementara Garuda, Lion, Batik, Malindo fungsi membership nya masih terbatas, Air Asia sudah menawarkan pembelian makanan, minuman, bagasi, souvenir, asuransi dll. Sudah beberapa kali lebih maju di depan. Website http://www.airasia.com juga jauh lebih berbobot daripada misal http://www.lionair.co.id yang dari dulu hingga sekarang cuma bisa buat beli tiket dan check in online. Maka dari itu liburan ke Singapura dan Malaysia tahun ini saya kembali pilih Air Asia meski saat beli lebih mahal dari Malindo dan Lion Air.

Yogyakarta-Singapura, 8 Agustus 2019 7.25 pagi. Check in menggunakan mesin karena tidak ada bagasi, sempat kena random check koper yang ternyata pas 7 kg. untuk perjalanan seminggu 6 baju dan 3 bawahan beserta alat mandi kalau ditimbang pas 7 kg. Saat sudah naik pesawat mendapat pembagian makanan pesanan berupa ayam panggang dan ayam asam manis ala korea, totalnya 74 ribu sudah termasuk 2 gelas kopi+gula+krimer. Enak sekali. Pramugara nya juga atraktif menawarkan souvenir. Seperti yang kami lihat penumpang asing (Chinese Amerika) di depan yang masih punya segepok pecahan 100 ribu rupiah tanya, uang ini bisa buat beli apa saja?, pramugaranya menjawab, bisa beli semua yang ada di katalog. Maka satu persatu produk souvenir seperti payung, model pesawat, kaos dll berpindah ke penumpang tersebut. Pramugara menanggapi dengan baik dan serius bahkan mengecek dengan membuka payung di lorong pesawat, atraktif sekali. Saya yang beli freshcare isi 3 seharga 50 ribu pun dilayani dengan baik.

Jakarta-Yogyakarta, 14 Agustus 2019 8.55 malam. Check in diterminal 2 D deretan meja 25-32. Layanan drop bagasi baik dan cepat. karena untuk penerbangan domestik ada jatah 15 kg untuk masing-masing penumpang, saya bagasikan pakaian dan oleh-oleh dari Malaysia. Terminal 2D terlihat lebih unik dan cantik daripada terminal 3 tadi. banyak ukiran dan tampak baru direnovasi. Proses boarding berlangsung cepat. Saya duduk di kursi 23A mendapat giliran boarding zona 2 setelah zona 1 masuk. Pesanan ayam teriyaki dan ayam kemangi thailand disajikan hangat bersama air mineral. Penjualan souvenir saya tidak ingat karena sudah mengantuk. Dua pramugari di rute ini saya lihat terbang di rute dari Yogyakarta Singapura minggu lalu, saya ingat dari potongan rambutnya. Pelayanan ramah dan memuaskan.

Bravo Air Asia!!!

Pengalaman Naik Pesawat KLM

Tag

, , , , , , , ,


Sudah cukup lama saya mendengar nama KLM, maskapai nasional negara Belanda. Sangat erat hubungannya dengan Indonesia, karena dahulu Indonesia merupakan koloni Belanda yang pertama terhubung dengan pesawat udara pada tahun 1924 dengan penerbangan dari Amsterdam ke lapangan terbang Andir (Husein Sastranegara) Bandung.

Bagaimana pengalaman naik KLM ini ?

  1. Saya dapat tiket murah bulan Mei 2019 lalu. Sekali jalan Kuala Lumpur- Jakarta 1,2 juta Rupiah untuk 2 orang termasuk bagasi 23 kg plus kabin 12 kg. Kabar terkini harga segitu tidak dapat bagasi, cuma dapat jatah kabin. Kalau dengan bagasi 900 ribu Rupiah per orang.
  2. Sebelum beli tiket sebaiknya download aplikasi KLM dan mendaftar sebagai anggota. Karena dengan keanggotaan, setiap penerbangan dan pembelian tambahan (bagasi, souvenir, makanan dll) akan mendapat poin yang dapat ditukar. Selain itu apabila ada promo/kabar terbaru kita dapat update nya.
  3. Dari Kuala Lumpur berangkat dari KLIA, sedangkan di Jakarta tiba di terminal 3 Soekarno Hatta. Demikian sebaliknya. Menandakan ini maskapai full service. Lokasi check in Kuala Lumpur di deretan meja J.
  4. Pesawat yang digunakan ada pesawat jumbo dengan penumpang diatas 300 orang, Kalau tidak Boeing 777, ya Boeing 787. Jarang pakai pesawat lain.KLM kami
  5. Makanan minuman diberikan gratis. Untuk makanan terkadang nasi dengan lauk, tapi lebih sering hot snack. Kemarin saya dapat lumpia isi nasi goreng ayam. Minumnya aneka jus, air putih, wine juga ada.
  6. Kru kebanyakan berusia di atas 40-50 tahun. Ramah dan perhatian. Ada juga yang muda.
  7. Setiba dari Amsterdam semua kru dan penumpang turun pesawat, menunggu di ruang tunggu, lalu diperiksa lagi (lepas sepatu dan asesoris) bersama penumpang dari Kuala Lumpur sebelum masuk ruang boarding.
  8. Meski cuma 2 jam penerbangan dari Kuala Lumpur ke Jakarta, tetapi mereka jualan souvenir. Untuk edisi spesial 100 tahun KLM mereka jual miniatur pesawat 787 Dreamliner skala 1:250 seharga 15 Euro (225 ribu Rupiah) dan pendeteksi kematangan telur bergambar bangunan khas Belanda. Bayarnya paling mudah pakai kartu kredit dengan verifikasi tanda tangan.
  9. Naik KLM tak harus ke Amsterdam. Jakarta ke Kuala Lumpur pun ada, dan dilayani dengan sepenuh hati.

Hari Ketujuh : Sarapan Nasi Lemak Antarbangsa Dan Pulang Naik KLM/Air Asia

Tag

, , , , , , , , , ,


Ini adalah hari terakhir berada di Kuala Lumpur setelah seminggu jalan-jalan mulai dari Singapura, Johor, hingga Kuala Lumpur. Kami slow aja di hari terakhir ini, saya sempat memesan nasi lemak antarbangsa pada malam sebelumnya lewat aplikasi Foodpanda, sehingga tepat jam 7 pagi, 2 bungkus nasi datang dengan selamat, seharga 9.55 Ringgit gratis ongkir promo Foodpanda. Nasinya enak sekali, tapi sayang sambalnya manis, saya kurang suka. Untung ada sisa paha ayam Nando’s yang sudah saya panaskan di microwave, serta salad dan susu strawberry. Sedap sarapan pagi ini.

Kami nikmati kamar dengan mencuci dan menonton TV, hingga jam 10.30 kami putuskan check out dengan menaruh kembali kunci di mailbox tempat dulu mengambil. Lalu naik ke stasiun monorail Bukit Nanas. Dari Bukit Nanas lanjut ke KL Sentral. Monorail yang kami tumpangi telat, lebih dari 30 menunggu. Cari Grab juga sulit, karena jam makan siang. Kami sampai stasiun KL Sentral jam 11.30.

Kami masuk mal Nu Sentral cari terminal bus bandara, sempat bingung cari, lalu tanya ke petugas keamanan yang meski tanpa senyum baik hati menunjukkan lokasi. Kami naik Airport Coach bertarif 15 Ringgit ke KLIA. Tarif ini sudah meningkat dari 10 Ringgit waktu tahun 2010 pertama kami ke Kuala Lumpur. Bus nya nyaman, lega, ada WIFI, ada colokan power charger. Bus berangkat tepat jam 12 siang dan tiba di KLIA tepat jam 1 siang.

Check-in masih 20 menit lagi karena pesawat berangkat jam 4.20 petang. Saat sudah bisa check in kami drop barang dan dikasih boarding pas tebal meski tadi sudah cetak boarding pass kertas tipis di mesin self check-in. Layanan cukup ramah, setara Qatar Airways dulu. Jatah bagasi 23 kg per orang, dan kabin 12 kg.

Dari tempat check in ada pemeriksaan tiket, lalu masuk imigrasi, sebelum naik kereta bandara ke satelite building. Untuk penumpang KLM mendapat pintu keberangkatan C36. Sebelum ke pintu keberangkatan saya salat dulu di lantai atas, lalu ke gerai Burger King beli pie Nanas, pie Taro dan air minum Dasani yang masing-masing berharga 4,2 Ringgit atau 2x harga di kota. Sisa koin Ringgit dan Dollar Singapura saya sumbangkan saja ke kotak tips Burger King.

Sejam sebelum keberangkatan, pesawat KLM dari Amsterdam sudah mendarat, menurunkan semua penumpang dan kru. Sebagian pulang ke Kuala Lumpur, sebagian besar lanjut lagi ke Jakarta. Ketika sudah waktunya masuk ruang tunggu, semua penumpang diharuskan melepas asesoris yang menempel di badan, ikat pinggang, dompet dan sepatu. Alhasil cuma pakaian dan kaos kaki saja saat masuk screening.

Naik pesawat dibagi menjadi beberapa zona, saya yang duduk di kursi ekonomi 52A dapat zona 4, yang naik setelah zona sebelumnya. Boarding berjalan lancar. Kru nya mayoritas sudah matang, mungkin diatas 40-50 tahun, peramah dan riang.

Boarding lancar, dapat makanan beru pa semacam lumpia isi nasi goreng ayam, enak dan mengenyangkan. Minumnya saya pilih oren jus, rasanya mirip oren jus Buavita. Channel TV nya juga banyak menyediakan film box office. Majalahnya Holland Herald juga membahas Go To East yaitu pulau Jawa Indonesia, tepat 100 tahun KLM. Saya beli miniatur pesawat edisi spesial 100 tahun KLM model 787-10 Dreamliner seharga 15 Euro pakai kartu kredit. Pramugarinya ramah, yang dengan perhatiannya ketika ditanya dimana letak toilet karena tidak mencolok seperti di pesawat lain, dia jawab kurang lebih begini “ga tanya sih, kulihat dari tadi mondar-mandir dekat galley tengah, kalau tanya pasti kukasih tahu” πŸ˜‚ bisa saja nanny ini.

Jam 5.10 petang pesawat mendarat di Bandara Soekarno-Hatta dengan mulus. Imigrasi lancar. Yang lama menunggu bagasi yang lebih dari satu jam. Usai bagasi, lewat bea cukai tanpa lapor karena tidak bawa benda yang harus dilaporkan. Dan menuju skytrain/kalayang ke terminal 2.

Kami lanjut perjalanan ke Yogyakarta naik Air Asia yang berangkat jam 8.55 malam. Check in nya di meja no 25-32 atau tepatnya di terminal E. Karena ruang tunggu keberangkatan kami juga di ruang E1. Jatah bagasi domestik masing-masing 15 kg/orang. Cukup buat kami yang masing-masing bawa 9 dan 10 kg. Label bagasi KLM saya sobek, takut bikin bagasi Air Asia ini nyasar. Sempat salat di mushola sebelum ruang tunggu.

Penerbangan Air Asia QZ7554 ini lancar, berangkat dan tiba tepat waktu. Saya sudah pesan nasi ayam teriyaki dan nasi ayam kemangi. Minum air putih. Sedap semuanya. Setiba di Yogyakarta tak lama menunggu bagasi, dan naik taksi bandara 100 ribu, untuk jarak 8 km yang kalau naik GoCar cuma 25 ribu seperti saat berangkat kemarin. Berhubung sudah larut malam dan lelah, kami tidak terlalu perhitungan. Kalaupun mau naik Gocar/Grab harus jalan ke depan kantor imigrasi (zona pick up taksi online) menggotong 19 kg bagasi. Toh dari tempat bagasi ke parkir, sopir taksi bandara ini yang membawakan bagasi. Sopir merangkap Porter lah.

Alhamdulillah, perjalanan ke Singapura dan Malaysia selama seminggu berhasil kami lakukan. Cukup banyak perubahan, kalau dulu agak heran dengan kemajuan mereka, kini tak terlalu terkejut, karena Indonesia pun sudah beranjak maju dan infrastruktur masih baru-baru. Sedangkan di Singapura dan Malaysia sudah menua karena sudah dibangun sejak lama.